BeritaGaya Hidup

Sambut Hari Jadi Kota ke -479, Semarang Zoo Siapkan Diskon Tiket untuk Pengunjung

2
×

Sambut Hari Jadi Kota ke -479, Semarang Zoo Siapkan Diskon Tiket untuk Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Koleksi terbaru Sitatunga atau antelope di Semarang Zoo atau Bonbin Mangkang, beberapa waktu lalu.
Koleksi terbaru Sitatunga atau antelope di Semarang Zoo atau Bonbin Mangkang.

JAGABERITA.ID – Menyambut Hari Jadi Kota Semarang yang ke -479, pengelola Semarang Zoo atau Kebon Binatang (Bonbin) Mangkang siap memberikan kejutan bagi pengunjung berupa diskon harga tiket masuk hingga 50 persen.

Direktur Utama Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya ikut merasa bangga atas perkembangan kota Semarang. “Ini bentuk rasa syukur dan bangga atas perkembangan kota Semarang. Kalau harga normal tiket masuk Rp 30.000 per orang, tapi khusus untuk momen HUT Kota Semarang ke -479 kita berikan harga tiket sebesar Rp 15.000,” ujar Bimo, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, harga tiket khusus sebesar Rp 10.000 juga diberlakukan pada peringatan hari buruh atau May day yang biasa diadakan setiap 1 Mei, “Ini untuk apresiasi terhadap kerja keras para buruh kita hanya dikenakan tiket masuk Rp 10.000 yang diberikan tanggal 1 Mei, syaratnya gak ribet cukup menunjukkan kartu identitas sebagai karyawan,” imbuhnya.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Bimo menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada perbaikan kandang Kapibara dari Djarum Foundation, kandang Bintutong dari R-Zoo, toilet yang ada di depan Aves Garden dari BTN, serta paving depan loket dan area parkir dari PT Sango.

-Pertukaran Satwa

Bimo juga menyampaikan perkembangan terkait tugas konservasi yang dilakukan yaitu Sitatunga yang didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan hasil tukar harimau benggala saat ini telah melahirkan satu ekor anak.

Adapun program ini adalah satu kesatuan program tukar menukar satwa dengan Ragunan berupa “Pelikan , Orangutan betina, Kapibara dan Sitatunga sepasang harimau benggala dan orangutan jantan pada tahun lalu. “Pelikan dan orangutan ini belum selesai proses administrasinya di Kemenhut. Semoga segera selesai dengan harapan orangutan jantan kita mendapatkan pasangan, juga pelikan diharapkan bisa menambah daya tarik wisata dan menjalankan fungsi konservasi,”papar Bimo.

“Untuk Kapibara dan Sitatunga tidak termasuk satwa dilindungi di Indonesia. Jadi proses mendatangkannya jauh lebih mudah,” lanjut Bimo. (yuli)