BeritaDaerahEkonomiPeristiwa

Kemensos Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Sulteng

4
×

Kemensos Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Sulteng

Sebarkan artikel ini
Dinas Sosial Kabupaten Sigi saat mendirikan tenda di depan Puskesmas Makmur Kecamatan Palolo sebagai tempat pasien dirawat akibat gempa bumi di daerah tersebut, Selasa (16/6/2026)
Dinas Sosial Kabupaten Sigi saat mendirikan tenda di depan Puskesmas Makmur Kecamatan Palolo sebagai tempat pasien dirawat akibat gempa bumi di daerah tersebut, Selasa (16/6/2026)

JAGABERITA.ID – Kementerian Sosial siap memberikan bantuan logistik masa kedaruratan serta melakukan pendampingan intervensi sosial-ekonomi bagi penyintas gempa bumi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengatakan, usai kejadian gempa tim sudah ada di lokasi untuk mendata bersama pemerintah daerah. “Kami sudah siapkan, tapi kami masih menunggu kepastian jumlah keluarga yang terdampak. Sampai sekarang kami belum mendapatkan konfirmasi pasti ya, tentang jumlah yang meninggal atau jumlah yang luka-luka,” katanya, Rabu (17/6/2026).

Dia mengatakan bahwa ketika data dan jumlah riil penyintas sudah diterima dari pemerintah maka bantuan akan segera diberikan agar intervensi pemerintah itu lebih tepat sasaran.

Namun untuk bantuan kebutuhan mendesak dari Kementerian Sosial dipastikan semua sudah ada dilokasi, yang meliputi tenda darurat, makanan siap saji, pasokan penyangga atau buffer stock, hingga pendirian dapur umum di titik-titik pengungsian.

“Kami bergerak cepat menyalurkan logistik pada masa kedaruratan ini,” kata dia seraya menambahkan bahwa wilayah intervensi bantuan kemanusiaan tersebut mencakup empat daerah terdampak yang meliputi Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, serta wilayah administratif Kota Palu.

Adapun berdasarkan data mutakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu pukul 06.00 WIB, ada sebanyak 1.834 kepala keluarga (KK) atau setara 5.784 jiwa yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 di empat kabupaten/kota Sulawesi Tengah ini.

Dari jumlah korban tersebut BNPB menerima laporan bahwa Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah dengan rincian korban terdampak mencapai 1.813 KK atau 5.744 jiwa, 71 orang luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

Selain korban jiwa, guncangan di Kabupaten Sigi merusak infrastruktur secara masif dengan rincian 1.074 unit rumah rusak ringan, 110 unit rumah rusak sedang, serta 30 unit rumah tinggal warga terdata mengalami rusak berat.

Sementara itu, di Kota Palu dilaporkan ada dua korban luka dan di Kabupaten Poso terdata satu warga luka-luka, dan Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sebanyak 21 KK atau 40 jiwa terdampak. (ant*)