BeritaDaerahPeristiwa

Misteri Tewasnya Siswi SD di Sragen Diduga Korban Perampokan

6
×

Misteri Tewasnya Siswi SD di Sragen Diduga Korban Perampokan

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah terus menyelidiki kasus tewasnya bocah perempuan berinisial BRL (11) di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Jasad siswi kelas V sekolah dasar (SD) itu ditemukan dengan sejumlah luka akibat senjata tajam diduga korban perampokan dan pembunuhan.

Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah bersama Satreskrim Polres Sragen kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (6/6/2026), untuk memperkuat proses penyelidikan.

Polisi menghadirkan ibu korban, Dewi Sri Lestari untuk memberikan keterangan langsung di lokasi kejadian. Penyidik mencocokkan kesaksian dengan kondisi di lapangan guna menyusun kronologi peristiwa yang terjadi, pada Jumat (5/6/2026) itu secara lebih terperinci.

Sejumlah lokasi di sekitar rumah korban diperiksa kembali. Petugas juga mengumpulkan berbagai informasi yang dinilai penting untuk mengungkap kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Penyidik turut menelusuri hilangnya satu unit sepeda motor Honda Vario milik keluarga korban setelah kejadian. Informasi tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan karena diduga berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang menewaskan BRL.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno menyebut kejadian tersebut adalah dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Namun untuk motif dan detail kejadian masih terus didalami,” ujarnya.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan motif maupun menetapkan pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian masih menjalani pemeriksaan forensik guna mendukung proses pengungkapan perkara.

Dugaan Perampokan

Jasad korban BRL pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi Sri Lestari, yang baru pulang bekerja dari sebuah pabrik, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban tergeletak di atas kasur lantai dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah. Petugas menemukan bercak darah di sekitar lokasi serta jejak kaki di lantai keramik rumah.

Selain korban meninggal dunia, sebuah sepeda motor Honda Vario yang biasa digunakan untuk keperluan sekolah juga dilaporkan hilang. Temuan tersebut memunculkan dugaan awal adanya aksi perampokan yang disertai pembunuhan.

Dewi mengaku sempat merasakan firasat buruk sebelum kejadian menimpa putri semata wayangnya. Ia mengaku gelisah dan sulit tidur pada malam sebelum peristiwa terjadi.

“Malamnya aku firasat, kok badan aku tidur di kasur kayak gini, tidak enak, gelisah,” kata Dewi.

Polres Sragen langsung melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus tersebut. Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk senjata tajam jenis parang yang ditemukan di area dapur dengan bercak darah yang masih menempel.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Instalasi Forensik RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani autopsi oleh Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah.

Proses autopsi berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen.

Korban dimakamkan pada Sabtu pagi di Tempat Permakaman Umum (TPU) Prayunan.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memimpin langsung penyelidikan di lapangan dan menggelar rapat koordinasi bersama tim penyidik gabungan di Mapolsek Jenar.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa empat orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Jumlah saksi yang diperiksa masih berpotensi bertambah seiring perkembangan penyelidikan.

“Ya, jadi olah TKP kedua ini kami ingin mencari petunjuk dan juga alat bukti lainnya yang bisa memudahkan kami dalam memecahkan kasus pembunuhan ini, dan mohon doanya mudah-mudahan bisa segera terungkap,” kata Dewiana. (beritasatu*)