JAGABERITA.ID – Penumpang kereta api jarak jauh masih menumpuk di area keberangkatan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026) malam.
Pantauan di lokasi, ratusan calon penumpang tampak memenuhi ruang tunggu, tepatnya di dekat pintu masuk menuju peron.
Sebagian penumpang tampak duduk berjejer di kursi yang tersedia, sementara lainnya memilih duduk berkelompok di lantai.
Tidak sedikit pula yang berdiri sambil memantau papan informasi keberangkatan dan sesekali melihat ponsel mereka, berharap ada pembaruan jadwal. Suasana di dalam stasiun terlihat padat dan ramai. Beberapa keluarga tampak berkumpul sambil menjaga barang bawaan, sementara anak-anak duduk atau bermain di area permainan anak.
Di sudut lain, sejumlah penumpang terlihat mengantre di loket layanan untuk menanyakan kepastian jadwal atau mengurus pembatalan tiket.
Petugas stasiun pun tampak sibuk melayani pertanyaan yang datang silih berganti dari calon penumpang.
Salah satunya yang merasakan dampak keterlambatan, yakni Devi (38), yang hendak menuju Yogyakarta. Seharusnya kereta yang ditumpanginya berangkat pukul 18.10 WIB. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian jadwal keberangkatan yang mengalami keterlambatan itu
“Belum ada kabar apa-apa dari pihak KAI nya. Sudah hampir satu jam nunggu tapi belum ada kepastian,” ujar Riska, Selasa (28/4/2026).
Ia mengaku sudah berada di stasiun sejak pukul 17.00 WIB. Namun hingga saat ini kereta yang akan digunakannya belum sampai di Stasiun Pasar Senen. “Saya enggak tahu kalau akan delay separah ini. Jadi kayak datang aja karena yakin akan berangkat,” kata dia.
Menurut Devi, jika sejak awal ada kejelasan soal keterlambatan, ia akan memilih menunda perjalanan. “Kalau tahu akan terlambat lama, saya mending di rumah saja, mungkin di-cancel dan berangkat besok,” tambahnya.
Hal serupa dialami Riska (43), penumpang tujuan Purwokerto. Ia mengaku baru mengetahui adanya keterlambatan setelah tiba di stasiun.
“Baru tahu pas datang ke sini. Enggak ada pengumuman sebelumnya,” kata Riska. Kendati harus menunggu tanpa kepastian waktu keberangkatan, keduanya memilih tetap melanjutkan perjalanan. “Ya tetap mau jalan, karena sudah terlanjur di sini,” terang Riska.
Meski demikian, ia berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat meningkatkan komunikasi kepada penumpang, terutama dalam kondisi darurat. “Harapannya update informasi itu benar-benar jelas dan cepat. Kalau memang ada keterlambatan, harusnya dijelaskan dari awal,” ujar dia.
Ia juga menyarankan agar KAI memanfaatkan media sosial untuk memberikan informasi secara langsung kepada penumpang.
“Kalau bisa disampaikan lewat saluran media sosial, jadi semua orang bisa tahu tanpa harus tanya satu-satu ke petugas,” pungkas dia. Hingga kini, jadwal berangkatan kereta antarkota belum kembali normal. (kompas*)












