BeritaDaerahPendidikan

SD Negeri di Kota Semarang Kekurangan Siswa, Kadisdik Sebut Ada Migrasi ke Sekolah Swasta

10
×

SD Negeri di Kota Semarang Kekurangan Siswa, Kadisdik Sebut Ada Migrasi ke Sekolah Swasta

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M Ahsan, saat diwawancarai awak media.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M Ahsan, saat diwawancarai awak media.

JAGABERITA.ID – Minat orang tua menyekolahkan anak ke Sekolah Dasar (SD) negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah menurun. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut kondisi itu bukan dipicu oleh keberadaan Sekolah Rakyat (SR).

Kepala Disdik Kota Semarang M Ahsan mengatakan belum menemukan adanya keterkaitan antara penurunan minat terhadap SD negeri dengan hadirnya program SR.

“Saya belum menemukan hubungannya di situ. Jadi Sekolah Rakyat kan positif karena ini untuk warga desil 1 dan desil 2 agar bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik dari negara. Jadi, menurut saya tidak ada korelasi yang signifikan antara keberadaan Sekolah Rakyat dengan posisi ini,” ujar Ahsan, Kamis (16/7).

Kendati demikian, dirinya menduga adanya migrasi ke SD swasta, Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri atau swasta dan lembaga pendidikan lainnya.

“Ini menjadi perhatian kami bahwa ada pilihan masyarakat yang bergeser, sehingga kami perlu evaluasi yang lebih mendalam mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya.

Dari jumlah penghitungannya, lulusan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Semarang sebanyak 22.567 murid melebihi kuota SD negeri yang hanya sekitar 14.530. Seharusnya, jika tidak ada masalah, SD negeri bisa menolak murid baru.

Ke depan, dalam evaluasi yang dilakukannya, akan mendata problem tiap sekolah yang kekurangan murid. Termasuk melebarkan kuota afirmasi, dan mengintervensi sarana prasarana agar tak kalah dengan SD swasta.

“Nanti kami akan berikan kalau perlu afirmasi-afirmasi, mungkin melengkapi sarana prasarana, intervensi di situ, peningkatan mutu pembelajaran, peningkatan mutu gurunya. Tentu setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem berbeda-beda,” ujarnya.

Walaupun, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Terlebih kepada SD negeri yang kelebihan menerima murid baru. “Namun ada beberapa SD negeri yang kurang diminati oleh masyarakat, maka nanti kami akan lakukan pembenahan-pembenahan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkap kekurangan murid baru di Sekolah Dasar (SD) negeri disebabkan karena fasilitasnya kalah bersaing dengan sekolah swasta.

Itu terbukti setelah dibuka pendaftaran gelombang kedua, tetapi tidak ada penambahan murid baru secara signifikan. Bahkan, saat daftar ulang, hanya sedikit yang melakukannya.

Berdasarkan hasil evaluasi Disdik Kota Semarang, Agustina berencana meningkatkan kualitas fasilitas SD negeri agar lebih modern dan mampu bersaing dengan sekolah swasta. (yuli)