BeritaDaerahPeristiwa

Musim Kemarau, BNPB: Tiga Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan

19
×

Musim Kemarau, BNPB: Tiga Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya tiga kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekeringan seiring dengan sejumlah wilayah memasuki musim kemarau.

Tiga daerah yang terdampak yakni Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Akibatnya, ribuan warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, masyarakat diminta bijak memanfaatkan air di tengah musim kemarau.

“Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Klaten Paling Banyak Terdampak Di Kabupaten Klaten, kekeringan melanda Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat sebanyak 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kekeringan. Bencana tersebut telah dilaporkan sejak awal Juni 2026.

Pada Jumat (26/6/2026), sebanyak 377 keluarga atau 1.450 jiwa telah menerima bantuan 60.000 liter air bersih, sedangkan pendistribusian berikutnya akan dilakukan secara bertahap.

Pemalang dan Boyolali juga kesulitan air bersih. Di Kabupaten Pemalang, kekeringan melanda tiga desa yang berada di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Data sementara BPBD Pemalang mencatat sebanyak 166 keluarga terdampak kekeringan. Pemerintah telah mendistribusikan 4.000 liter air bersih kepada warga di Desa Pulosari.

Sementara itu, di Kabupaten Boyolali, BPBD mencatat sebanyak 42 keluarga atau 125 jiwa mengalami kesulitan air bersih. Wilayah terdampak berada di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. BPBD juga telah menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga di dua desa tersebut. (kompas*)