BeritaDaerahEkonomiGaya Hidup

DLH Catat Tren Penurunan Volume Sampah masa Libur Sekolah Rata-rata Hingga 69,59 Ton Perhari

14
×

DLH Catat Tren Penurunan Volume Sampah masa Libur Sekolah Rata-rata Hingga 69,59 Ton Perhari

Sebarkan artikel ini
Tumpukan sampah plastik atau anorganik di TPA Jatibarang, Bambankerep, KedungPane, Mijen, baru-baru ini.
Tumpukan sampah plastik atau anorganik di TPA Jatibarang, Bambankerep, KedungPane, Mijen, baru-baru ini.

JAGABERITA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyebutkan adanya kecenderungan penurunan volume sampah yang masuk Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatibarang rata-rata hingga 69,59 ton perharinya, terutama saat masa Liburan sekolah selama tiga pekan kemarin dimulai pertengahan Juni – akhir Juli 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Glory Nasarani menjelaskan, masa libur sekolah dimulai 22 Juni 2026 sampai 13 Juli 2026 kemarin rata-rata perharinya volume sampah yang masuk TPA, datanya justru turun yang rata- rata 865,78 ton perhari. Jika dibandingkan dengan jumlah rata-rata perharinya tonase sampah yang diangkut ke TPA mencapai 935,38 ton dimana tertinggi mencapai 1058 ton/hari.

“Saat libur sekolah memang ada pengaruhnya pada volume sampah di kota Semarang. Data tercatat selama tiga minggu sebelum liburan rata-rata volume sampah sebesar 935,38 ton, sedangkan selama masa liburan kemarin rata rata tonase sampah yang masuk ke TPA selama tiga minggu ternyata turun menjadi 865,78 ton per hari. Artinya, ada penurunan tonase sampah rata-rata hingga 69,59 ton perhari,”ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Dia menambahkan, bahwa penurunan volume sampah cukup sigifikan, yaitu rata-rata 69,59 ton per harinya saat liburan sekolah. Menurutnya, penurunan volume sampah saat libur karena berkurangnya aktivitas yg umumnya menghasilkan sampah dari rumah tangga terutama aktivitas memasak, karena dominasi sampah yang terangkut petugas ke TPA adalah jenis sampah organik atau limbah sisa dapur rumah tangga. “Jadi kalau libur sekolah, aktivitas memasak kecenderungan berkurang tidak seintens saat anak -anak masuk sekolah. Karena setelah kita cek, memang sampah dari mal, hotel maupun tempat wisata yang didapatkan jumlah sampahnya masih tidak banyak perubahan bahkan hasil sampahnya sama dengan hari-hari di luar moment libur sekolah,”imbuhnya.

“Dari perkiraan kami sementara, pengurangan sampah memang yang dominan dari rumah tangga, karena untuk hotel dan tempat wisata tidak ada lonjakan jumlah sampah yang berarti. Dari rumah tangga yang paling banyak menyumbang sampah merupakan sampah organik,”ungkapnya.

Pihaknya mendorong masyarakat untuk terus menggalakkan pilah sampah, sehingga sampah sisa makanan yang tidak habis, maupun anorganik bisa diolah dan dimanfaatkan kembali di bank sampah. Sehingga bisa mengurangi beban yang ada di TPA. “Tren liburan sekolah kemarin turun, semoga usai liburan dan sekarang mulai normal aktif bekerja lagi tetap stabil dan diharapkan terjadi pengurangan sampah. Kami terus dorong budaya pilah dan olah sampah baik, mulai dari rumah tangga, atau oleh ibu -ibu PKK sehingga dapat mengurangi dampak pada lingkungan sekitar,”pungkasnya. (yuli)