JAGABERITA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengintensifkan pendinginan di zona-zona rawan kebakaran memasuki musim kemarau panjang tahun 2026 ini. Pendinginan di lokasi TPA secara rutin dengan menyemprotkan air ke titik- titik area TPA yang berpotensi bisa menimbulkan titik api dari tumpukan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani menjelaskan, pelaksanaan pendinginan dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang secara rutin 2 (dua) hari sekali di titik -titik area lokasi TPA yang punya potensi menimbulkan terjadinya kebakaran, terutama pada zona tumpukan sampah aktif. Yang awalnya direncanakan, pendinginan tersebut dilakukan sepekan sekali, namun untuk mencegah hal -hal yang tidak diinginkan, intensitasnya ditambah, menjadi dua hari sekali. “Seperti hari ini Jumat (17/7) telah dilaksanakan kembali pendinginan terutama di area zona 1 dan zona 2 TPA, yang sebelumnya juga telah dilakukan pendinginan pada dua hari yang lalu atau pada Rabu (15/7) kemarin,”katanya.
“Memang setelah beberapa waktu lalu sudah diadakan apel siaga bersama dilanjutkan dengan penjadwalan pendinginan secara rutin. Jadi setiap dua hari sekali, kemarin terakhir pada Rabu 15 Juli, dan hari ini Jumat 17 Juli dilanjutkan, dan pendinginan berikutnya di tanggal 19 Juli,”paparnya.
“Dan pengajuan pendinginan ini sudah disetujui, bahkan Kepala Dinas Damkar, Rianung ikut mengawal pada tanggal 15 Juli. Kami bersama melaksanakan komitmen seperti yang telah disampaikan pak Sekda pada saat Apel Kesiapsiagaan,” imbuhnya.
Diharapkan dengan penjadwalan secara rutin ini bisa dilaksanakan secara konsisten. “Jadwal sudah muncul. Yang penting konsisten. Memang penting, Dinas Damkar juga meskipun tetap prioritaskan keadaaan darurat sebagai palayanan rutin, tetapi tetap diupayakan pelaksanaanya siang hari pas puncak panas -panasnya,”paparnya.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di sekitar area TPA. Karena sedikit saja lengah bisa memicu kejadian kebakaran. “Kalau ada pembakaran sampah di sekitar, dikawatirkan ada bara api dari pembakaran tersebut yang rawan terbawa angin dan bisa memicu kebakaran di TPA. Kami berharap warga sekitar, maupun pemulung yang beraktivitas di lokasi TPA bisa menjaga bersama-sama,”pungkasnya (yuli)












