BeritaDaerahEkonomiGaya HidupParlemen

Dewan Dorong Penyusunan Rencana Induk Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berbasis Masyarakat

10
×

Dewan Dorong Penyusunan Rencana Induk Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Fraksi PKS DPRD Kota Semarang menekankan pentingnya penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Tahun 2026–2045. Dokumen ini diproyeksikan menjadi kompas strategis untuk menciptakan sektor pariwisata yang lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga lokal.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Siti Roika, menyatakan bahwa penyusunan Ripparda merupakan langkah krusial dalam menjawab tantangan pariwisata masa depan. Hal ini juga menjadi amanat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

“Pembangunan pariwisata harus dilakukan secara sistematis, terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kualitas destinasi. Dengan begitu, arah pengembangan wisata Kota Semarang akan lebih jelas dan terukur,” ujar perempuan yang akrab disapa Ika tersebut.

Ika menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus memiliki keberpihakan yang jelas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, kehadiran kawasan wisata jangan sampai hanya menjadi tontonan, melainkan harus mampu meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar destinasi tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kehidupan sosial.

Lebih lanjut, Ika menilai sektor pariwisata tidak dapat berjalan sendiri dan sangat membutuhkan kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu bersinergi dengan OPD lain seperti bidang tata ruang, permukiman, hingga lingkungan hidup, terutama dalam mendukung infrastruktur, sanitasi, dan pengelolaan sampah di kawasan wisata.

Selain aspek teknis, Ika juga menyoroti pentingnya penguatan aksesibilitas serta dorongan bagi pelaku UMKM agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas. Ia berpendapat bahwa sektor usaha lokal memiliki peran penting dalam membangun ekosistem wisata yang sehat dan berdaya saing.

“Semarang memiliki potensi besar pada wisata heritage, kampung wisata, kuliner, hingga MICE. Dengan Ripparda ini, kami berharap sektor hotel dan kegiatan MICE yang sempat menurun pascapandemi bisa bangkit kembali,” Pungkas Ika. (yuli)