JAGABERITA.ID – Sedikitnya 34 pekerja dilaporkan tewas akibat ledakan yang terjadi di sebuah tambang batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan selatan, Kamis (30/7/2026) waktu setempat. Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian terhadap sejumlah penambang yang dilaporkan hilang.
Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Balochistan menyatakan, proses evakuasi masih berlangsung setelah ledakan terjadi di area pertambangan.
“Menurut informasi yang diterima dari tim yang dikerahkan, 34 jenazah telah ditemukan,” pernyataan Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Balochistan, Jumat (31/7/2026).
Kecelakaan maut di sektor pertambangan batu bara bukan kali pertama terjadi di Pakistan. Insiden serupa disebutkan kerap terjadi, terutama di Provinsi Balochistan, kawasan yang banyak memiliki area pertambangan dengan standar keselamatan yang minim.
Sejumlah tambang di wilayah tersebut dilaporkan belum dilengkapi sistem ventilasi yang memadai, pemantauan gas, maupun perlengkapan keselamatan dasar lainnya. Kondisi itu meningkatkan risiko terjadinya ledakan maupun kecelakaan kerja lainnya.
Para penambang dan kelompok buruh selama bertahun-tahun juga menuding pemilik tambang tidak menjalankan aturan keselamatan secara optimal, dan gagal menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi para pekerja.
Meski menghadapi risiko tinggi dengan upah yang relatif rendah, namun ribuan warga Pakistan tetap menggantungkan mata pencaharian mereka pada industri batu bara di Balochistan. Provinsi terbesar di Pakistan itu masih menjadi salah satu wilayah paling tertinggal, dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi. (beritasatu*)












