JAGABERITA.ID – Saat sejumlah daerah di Indonesia mulai menghadapi kekeringan akibat musim kemarau, hujan deras justru memicu banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (29/7/2026) dini hari.
Banjir melanda Kecamatan Parigi dan Parigi Barat sekitar pukul 02.00 Wita. Dua rumah terendam, tiga keluarga terdampak, serta jalan utama penghubung antardesa sulit dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah wilayah di Provinsi Banten yang tengah mengalami krisis air bersih. Di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tujuh kelurahan terdampak kekeringan setelah debit Sungai Cibanten terus menyusut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten juga memetakan sekitar 415 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan. Bantuan air bersih telah disalurkan ke 139 desa dan kelurahan. Di daerah Bogor, debit air di Sungai Ciliwung juga berkurang drastis.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai mengatakan pihaknya menerima laporan resmi mengenai banjir pada Rabu pukul 07.11 Wita.
Banjir di Dusun II, Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi, dipicu hujan lebat yang diperparah saluran drainase tidak memadai dan pendangkalan sungai.
Kondisi tersebut membuat air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga. Sebanyak dua rumah terendam serta tiga keluarga dengan total 10 orang terdampak.
Di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan menggenangi badan jalan utama.
Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Kayuboko dan Desa Air Panas. Genangan air membuat jalan sulit dilalui kendaraan.
BPBD memastikan tidak ada rumah yang terendam maupun korban jiwa dalam banjir di Desa Kayuboko.
Tim BPBD Parigi Moutong telah diterjunkan ke dua lokasi untuk melakukan kaji cepat dan mendata dampak bencana. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
BPBD Parigi Moutong mencatat normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah banjir kembali terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Rivai mengatakan banjir di Desa Pombalowo telah surut sepenuhnya. Warga mulai membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir ke rumah mereka.
“Di Desa Kayuboko, genangan air masih menutupi badan jalan sehingga pengguna jalan diimbau tetap waspada,” kata Rivai. (beritasatu*)












