BeritaEkonomi

KemenUMKM Optimis Potensi Transaksi di Kumitra Bandung Sentuh Rp 6,88 M

2
×

KemenUMKM Optimis Potensi Transaksi di Kumitra Bandung Sentuh Rp 6,88 M

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Helvi Moraza (tengah) menghadiri pembukaan Kumitra Jambore 2026 di Bandung
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Helvi Moraza (tengah) menghadiri pembukaan Kumitra Jambore 2026 di Bandung

JAGABERITA.ID – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencatat potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp 6,88 miliar dalam penyelenggaraan Kumitra Jambore 2026 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses kurasi produk dan penjajakan kemitraan antara pelaku usaha mikro dengan berbagai mitra strategis.

“Capaian senilai Rp 6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas,” ujar Helvi.

Kumitra Jambore merupakan ajang temu bisnis yang digelar Kementerian UMKM untuk mempertemukan pelaku usaha mikro dengan calon mitra usaha guna memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, dan mendorong UMKM masuk ke dalam rantai pasok nasional.

Menurut Helvi, program tersebut dirancang sebagai instrumen akselerasi agar pelaku usaha mikro dapat naik kelas melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha, jaringan ritel modern, sektor perhotelan dan pariwisata, industri pengolahan, marketplace, lembaga pembiayaan, hingga perguruan tinggi.

Ia mengatakan inisiatif tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang diperkuat melalui implementasi Program Kewirausahaan dan Kesejahteraan Produktif untuk mendukung terwujudnya 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.

Helvi menyampaikan bahwa dalam mendukung program tersebut, Kementerian UMKM mengintegrasikan layanan pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar melalui platform Sapa UMKM sebagai pintu masuk layanan terpadu berbasis data.

Lebih lanjut, Helvi menilai Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan sekitar 5,4 juta UMKM yang bergerak di berbagai sektor.

Ia mengatakan inisiatif tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang diperkuat melalui implementasi Program Kewirausahaan dan Kesejahteraan Produktif untuk mendukung terwujudnya 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.

Helvi menyampaikan bahwa dalam mendukung program tersebut, Kementerian UMKM mengintegrasikan layanan pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar melalui platform Sapa UMKM sebagai pintu masuk layanan terpadu berbasis data.

Lebih lanjut, Helvi menilai Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan sekitar 5,4 juta UMKM yang bergerak di berbagai sektor. (ant*)