JAGABERITA.ID – Dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) malam menewaskan sedikitnya 164 orang. Presiden interim Delcy Rodriguez melaporkan, korban tewas mencapai 164 orang dengan lebih dari 970 orang lainnya terluka.
Rodriguez menyebut negara bagian La Guaira di utara Caracas menjadi wilayah yang paling parah terdampak.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat dua gempa yang mengguncang itu memiliki magnitudo 7,2 dan 7,5, dengan titik pusat berada di sebelah barat ibu kota Caracas.
Gempa pertama tercatat dengan titik pusat 21 kilometer di sebelah barat Kota Moron.
Hanya dalam waktu satu menit, gempa kedua berkekuatan 7,5 magnitudo terjadi sekitar 45 kilometer dari titik gempa pertama. Kedua gempa itu masing-masing terjadi pada kedalaman 22 kilometer dan 10 kilometer.
Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo ini tercatat sebagai yang terkuat di Venezuela sejak 29 Oktober 1900, ketika gempa 7,7 magnitudo mengguncang dari lepas pantai. Kondisi semakin sulit setelah bandara internasional dekat Caracas ditutup akibat kerusakan serius, menurut Rodriguez.
Video yang tersebar di media sosial memperlihatkan langit-langit terminal bandara runtuh menimpa para penumpang yang panik. Reporter AFP melaporkan, Kota La Guaira tidak memiliki listrik, dan banyak warga terpaksa bermalam di jalanan atau mencari sanak keluarga mereka.
Meski titik pusat kedua gempa berada sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas, warga ibu kota melaporkan getaran yang sangat hebat saat gempa terjadi. Fenomena ini menjadi pertanyaan banyak pihak, mengingat jarak yang cukup jauh antara lokasi gempa dan kota yang merasakan dampak paling parah.
Stephen Hicks, peneliti dan dosen seismologi lingkungan di University College London, menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh arah rambatan rekahan gempa dari titik awalnya.
Ketika rekahan gempa merambat ke arah wilayah berpenduduk, energi seismik dapat terkonsentrasi pada arah tersebut sehingga menghasilkan getaran tanah yang lebih kuat dibandingkan jika hal itu tidak terjadi,” kata Hicks.
Menurut Hicks, situasi semacam itulah yang dialami Caracas. “Inilah yang terjadi pada Caracas, yang berada dalam bidikan rekahan gempa yang merambat ke arah timur. Getaran kemungkinan juga diperkuat oleh endapan sedimen dalam yang berada di bawah sebagian wilayah Lembah Caracas,” ujarnya. (kompas*)












