JAGABERITA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) akan mengimpor sedikitnya 50 ekor sapi dari Australia.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyebut, impor 50 ekor sapi dari Australia dilakukan pada tahun 2026 ini.
Puluhan sapi tersebut dibeli untuk membantu mencukupi kebutuhan susu di Jawa Tengah. Dia menambahkan, secara nasional, kebutuhan susu dalam negeri masih sangat kurang.
Produksi susu masih di angka 1 juta ton pertahun sementara kebutuhan mencapai 4,7 juta ton pertahun.
Artinya, 80 persen susu sapi yang dikonsumsi masyarakat merupakan produk impor.
“Iya, kami akan impor sapi perah 40 ekor dan pedaging 10 ekor dari Australia, tiap ekor harga sekitar Rp 40 jutaan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Frans sapaannya mengungkap, sapi yang diimpor dari negara kanguru itu adalah sapi dalam kondisi bunting.
Tujuannya, agar ketika sampai di Jateng sudah bisa langsung produksi susu.
Nanti rencananya sapi itu akan tiba di Pelabuhan Cilacap (tahun ini),” paparnya.
Selepas tiba di Jateng, Frans melanjutkan, puluhan ekor sapi kualitas premium itu akan ditempatkan di Wonosobo, Temanggung dan Kantor Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah berlokasi di kawasan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang.
“Sapi yang akan ditempatkan di Temanggung dan Wonosobo itu untuk sapi perah, sementara sapi pedaging akan dibawa ke BIB untuk diambil semen-nya (sperma),” terangnya.
Inseminasi Buatan (IB) pada hewan merupakan sebuah cara memasukkan sperma dari pejantan unggul ke saluran reproduksi betina menggunakan alat khusus. Teknik ini digunakan untuk meningkatkan kualitas genetik. (tribunjateng*)












