BeritaDaerahEkonomi

Identitas Mayat di Gubuk Hutan Darupono Terungkap, Ternyata Warga Demak yang Mengembara

14
×

Identitas Mayat di Gubuk Hutan Darupono Terungkap, Ternyata Warga Demak yang Mengembara

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk di tengah Hutan Lindung Darupono akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Imam Kobari, warga Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, yang selama ini hidup mengembara.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, menyampaikan bahwa pihak keluarga telah datang ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk menjemput jenazah korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang memiliki kebiasaan pergi dari rumah tanpa tujuan yang jelas.

“Korban sudah dijemput keluarga. Dari keterangan, yang bersangkutan memang sering berjalan tanpa tujuan dan diduga mengalami gangguan kejiwaan,” jelas AKP Putra, Selasa (28/04/2026).

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan pada Senin (27/04/2026) pukul 09.30 WIB. Lokasi penemuan berada di sebuah gubuk kawasan Petak 20 Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Boja, tepatnya di Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Darupono, Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Penemuan bermula saat seorang pemilik kebun, M Ali Saifudin, melihat korban tergeletak tidak bergerak. Saat diperiksa lebih dekat, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Menurut AKP Putra, Imam Kobari diketahui sudah berada di sekitar area perkebunan tersebut selama sepekan terakhir dalam kondisi fisik yang lemah.

Warga sekitar sempat menaruh iba dengan memberikan makan dan minum, meskipun korban sulit diajak berkomunikasi secara normal.

Proses evakuasi jenazah Imam dari tengah hutan lindung berlangsung cukup dramatis. Tim gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, PSC 119, BPBD, dan Damkar harus berjuang melintasi medan yang sulit dan menyeberangi aliran sungai untuk mencapai lokasi gubuk.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal hingga akhirnya pihak keluarga datang untuk memastikan identitas dan menjemput korban,” pungkasnya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Demak untuk proses pemakaman setelah dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (kompas*)