JAGABERITA.ID – Kebakaran hebat melanda di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menimbulkan korban jiwa.
Informasi terbaru, ada empat orang meninggal dunia di rumah sakit (RS) karena alami luka bakar akibat kejadian kebakaran tersebut. Selain itu, ada 18 orang yang juga mengalami luka bakar dan dalam perawatan di RS.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi saat dihubungi total korban ada 22 orang korban jiwa dan luka akibat kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4) malam tersebut. Lima orang di antara korban tersebut berstatus satu keluarga. “Saat ini para korban mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,”ujarnya, Kamis (9/4)
Seperti diketahui, Kebakaran di SPBE Cimuning Kota Bekasi dilaporkan terjadi pada Rabu (1/4) pukul 21.08 WIB. Api dilaporkan padam pada Kamis (2/4) sekitar 03.45 WIB.
Sedikitnya, 19 bangunan ikut terlalap api yang terdiri dari 15 rumah tinggal di RT 02 RW 03), 4 rumah tinggal, dan 2 kios di RT 01 RW 03.
Lima orang sekeluarga menjadi korban saat SPBE Cimuning kebakaran. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah yang berlokasi di depan atau seberang SPBE.
“(Rumah korban) Di depan pintu gerbang SPBE, di seberangnya,” kata Nachrowi.
Lima orang korban tersebut terdiri dari dua orang korban jiwa dan tiga orang korban luka. Kelima korban tersebut ialah:
- Aulia Putri Budiastuti (anak), meninggal dunia (luka bakar 63%)
- Sapta Prihantono (anak), meninggal dunia (luka bakar 63%)
- Ayah, masih dirawat di RSUD Cibitung, serta
- Dimas (anak) dan Fajar (anak), masih dirawat di RS Citra Arrafiq
Camat mengatakan Aulia Putri Budiastuti, mengembuskan napas terakhirnya pagi ini. Sedangkan Sapta yang merupakan anak bontot dari keluarga tersebut meninggal pada Rabu (8/4).
“Barusan jam 04.30 WIB tadi subuh, Aulia Putri meninggal, yang satu keluarga 5 orang (korban) itu,” papar Nachrowi.
Keluarga tersebut sebenarnya terdiri dari 8 anggota keluarga. Saat kebakaran terjadi, sang ibu sedang keluar rumah dan anak sulung alias kakak pertama sudah tinggal di rumahnya sendiri.
Pada peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4) itu, sang ibu sedang keluar rumah karena sedang cek kesehatan.
“Anaknya sebenarnya semuanya enam. Yang satu lagi di luar karea sudah misah rumah gitu. Nah kalau ibunya juga lagi keluar gitu lagi kontrol. Jadi yang selamat itu ibu dengan anaknya yang paling tua satu, namanya Aris,” katanya.
Nachrowi mengatakan lima orang korban awalnya sedang berkumpul di rumah yang berlokasi persis di seberang SPBE. Ketika kebakaran terjadi, sang ayah yang saat itu berada di luar rumah sempat berlari masuk untuk menyelamatkan anak-anaknya.
“Bapaknya lari ke rumah. Saat itu belum terjadi apa-apa, belum ada api. Dia bilang, ‘ayo keluar, ayo keluar’, semua disuruh keluar,” imbuh Nachrowi.
“Pas mau keluar, ya itu terjadi (ledakan). Makanya bapaknya jadi ikut kena,” lanjutnya.
Dua korban jiwa lain dalam insiden ini berstatus petugas keamanan alias sekuriti. Kedua korban mengalami luka bakar cukup parah.
“(Korban) Security, (bernama) Suyadi sama satu lagi Djaimun. Itu memang rata-rata sudah sepuh ya. Yang Suyadi itu 63 tahun. Yang Jaimun itu 61 tahun dengan luka bakar 92 persen dan 97 persen,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi Heryanto mengungkapkan peristiwa kebakaran area SPBE Cimuning diduga berawal dari kebocoran gas di lokasi kejadian.
“Kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwajib, termasuk terkait penyebab kebakaran. Namun infonya kebocoran gas. Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi,” kata Heryanto. (dtk*)










