JAGABERITA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bakal melakukan perbaikan jalan Randublatung-Cepu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp 5,276 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menjelaskan, bahwa anggaran tersebut rencananya untuk menghaluskan jalan sepanjang 500 meter atau 0,5 klometer .
“Namun, itu hitungan awal, nanti akan kami kaji lagi dengan menghitung secara optimal agar jalan yang bisa diaspal lebih panjang antara 600 meter hingga 700 meter,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Henggar menyebut, hitungan awal anggaran Rp 5,276 miliar untuk panjang jalan 500 meter karena rencananya jalan itu akan diperlebar sepanjang 50 sentimeter di kanan kiri jalan menggunakan cor beton.
Selain itu, pengaspalan jalan menggunakan metode overlay sebanyak dua lapis.
Pengaspalan jalan dengan nilai miliaran tetapi hanya untuk ratusan meter jalan juga dipengaruhi oleh harga aspal jalan yang meroket.
Menurut Henggar, harga aspal jalan kini sudah menyentuh lebih dari Rp 2,1 juta per meter kubik.
“Kondisi itu mempengaruhi kami (termasuk dalam proyek Randublatung-Cepu), maka rapat terakhir kami memilih tidak usah pelebaran dulu, tapi aspal overlay sebanyak dua lapis,” bebernya.
Henggar membantah, anggaran pengaspalan jalan Randublatung-Cepu dicomot dari anggaran jalan lain.
Anggaran perbaikan jalan ini murni telah dipersiapkan melalui APBD 2026. Proses lelang proyek jalan ruas Randublatung-Cepu ini rencananya dilaksanakan pekan ini.
Namun, ia enggan memberikan garansi selesainya proses tender.
“Soal tender dealnya kapan, saya belum bisa ngomong, karena itu pengaruhnya banyak,” imbuhnya.
Warga Rencana Kembali Turun ke Jalan
Mengenai reaksi warga yang hendak menanam pisang massal jilid 2 di Jalan Randublatung-Cepu pada Kamis (4/6/2026) mendatang, Henggar mengaku tidak bisa berbuat banyak.
Ia mempersilakan warga jika ingin melakukan aksi tersebut. Namun, ia meminta warga untuk bersabar karena pengalokasian anggaran perbaikan jalan sudah dilakukan.
“Misal tetap mau melakukan hal itu silahkan saja, jangan sampai kegiatan itu menganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.
Gubernur Luthfi sebelumnya viral di media sosial karena menanggapi pertanyaan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini meminta bantuan Pemprov karena kerusakan jalan Randublatung-Cepu saat Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026, di Kudus, Selasa (26/5/2026).
Luthfi dalam forum itu memberikan pernyataan pembangunan jalan provinsi dilakukan dengan mengukur skala prioritas terlebih dalam situasi keterbatasan anggaran.
“Lha awakdewe yen bangun dalan (kita dalam membangun jalan) tidak memberikan efek kepada masyarakat tidak ada gunanya. Jadi kita harus milih dan milah, begitu kita bangun jalan ini ada enggak efek domino ekonomi” ujar Luthfi seperti dikutip dari akun YouTube resmi Pemprov Jateng, Senin (1/6/2026).
Pernyataan Luthfi tersebut viral di media sosial sehingga memicu warga Blora melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di ruas jalan tersebut, Minggu (31/5/2026). Tidak hanya menanam, warga juga memberikan kartu kuning kepada Luthfi sebagai aksi peringatan. (tribunjateng*)












