BeritaDaerahPeristiwa

Bom Sisa Perang Dunia II di Jayapura Sempat Keluarkan Asap, Dimusnahkan Polisi

3
×

Bom Sisa Perang Dunia II di Jayapura Sempat Keluarkan Asap, Dimusnahkan Polisi

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Jayapura, Papua, ternyata sempat mengeluarkan asap saat ditemukan warga. Beruntung, bom itu segera dievakuasi lalu dimusnahkan Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua.

Dari foto yang dirilis Polres Jayapura, bom mortir itu ditemukan dalam kondisi berkarat. Bom tersebut memiliki ekor yang terlihat sudah mengalami kerusakan.

Bom mortir sisa Perang Dunia II itu memiliki panjang sekitar 85 sentimeter dan diameter 18 sentimeter. Polres Jayapura mengungkap berat bom mencapai kurang lebih 10 kilogram.

Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick menjelaskan, benda yang ditemukan warga merupakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II yang masih memiliki potensi bahaya.

“Bom tersebut ditemukan warga saat sedang mencari ikan bersama temannya di Kali Ariyau, Distrik Sentani, Jayapura, sore tadi. Bom ditemukan saat mereka sedang menggali tanah untuk membuat perangkap ikan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

“Sesaat kemudian benda tersebut mengeluarkan asap. Menyadari adanya potensi bahaya setelah salah satu temannya menyebut benda itu sebagai bom, mereka segera meninggalkan lokasi,” sambungnya.

Temuan bom tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi area hingga tim Jibom menyusul ke tempat kejadian perkara.

“Tim Jibom tiba di lokasi dan langsung melaksanakan tindakan disposal sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak,” ujar Bernadus.

Sisa material hasil disposal diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut. Bernadus mengingatkan warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membuka benda-benda mencurigakan yang diduga sebagai bahan peledak,” pungkasnya. (dtk*)