BeritaDaerah

Simpang Lima Bakal Disolek Jadi Ikon Wisata Modern dan Pusat Kuliner

8
×

Simpang Lima Bakal Disolek Jadi Ikon Wisata Modern dan Pusat Kuliner

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA – Penataan atau revitalisasi landmark Simpang Lima agar lebih indah, nyaman, bersih dan bebas genangan tengah dilakukan Pemkot Semarang. Pengerjaan dimulai dengan pembenahan drainase kawasan, pembongkaran di bagian taman di depan shelter kuliner sehingga bisa ditempati pedagang lebih tertata rapi, lalu ditambah dengan pohon peneduh jenis asam yang akan menjadi ciri khas Kota Lunpia.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati menekankan jika kawasan Simpang Lima akan dibuat lebih bagus atau dipercantik.

“Sesuai arahan Bu Wali, akan ditata lebih baik lagi, lebih bersih, lebih terbuka dan lebih hijau,” tambah dia.

Dia menjelaskan, pohon peneduh yang sudah ada, sebelumnya nantinya ditebang, akan diganti pohon baru, yakni pohon asam. Sekaligus, yang sesuai dengan identitas Kota Semarang.

“Nanti mungkin akan ditanam pohon asam, di lapangannya juga akan dilakukan penataan lebih baik lagi,” papar Pipie, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto menjelaskan pembongkaran taman dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), taman yang dibongkar saat ini tengah dilakukan pemlesteran oleh DPU.

“Taman sudah dibongkar oleh Disperkim, DPU nanti akan melakukan perbaikan lantai atau pedestarian, sementara ini akan sudah kita plester,” ujar Suwarto, saat dikonfirmasi Minggu (28/6).

Perbaikan pedestarian kata dia, menunggu proses lelang. Suwarto memastikan kawasan shelter kuliner di Simpang Lima akan dipercantik, namun Dia tidak menjelaskan detail rencana revitalisasi yang dilakukan Pemkot.

“Nanti nunggu pemenang lelang, baru akan dibangun. Yang jelas kita akan buat lebih bagus, dan tidak rencananya tidak pakai keramik seperti dulu,”katanya.

Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, mengaku jika pihak dewan belum mengetahui konsep revitalisasi atau penataan di kawasan Simpang Lima. Namun dia berharap kawasan tersebut dibuat lebih indah karena merupakan ikon ibu kota Jateng .

“Pikiran positif kami, Simpang Lima dilakukan penataan ulang agar lebih cantik,” katanya.

Dia meminta, pohon dan taman yang ada di depan shelter kuliner bisa kembali ditata dan dilakukan peremajaan. Hal ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan paru-paru kota.

“Kalau misal sekarang ditebang, harapannya bisa ditanam lagi. Ditata lebih bagus karena ini kan landmark Semarang bagi wisatawan, jadi jangan pohon yang ada malah dihilangkan, justru ruang terbuka hijau itu harus ditambah bukan malah dihilangkan,” pungkas Danur. (Yuli)