BeritaOlahraga

Sabet Emas Bulu Tangkis Beregu, Indonesia Patahkan Ambisi China

20
×

Sabet Emas Bulu Tangkis Beregu, Indonesia Patahkan Ambisi China

Sebarkan artikel ini
pebulu tangkis putra Indonesia merayakan kemenangan usai rekan mereka, Moh. Zaki Ubaidillah (tengah) menggulung pebulu tangkis tunggal putra China Weng Hongyang pada final beregu Asian Games Aichi Nagoya 2026
pebulu tangkis putra Indonesia merayakan kemenangan usai rekan mereka, Moh. Zaki Ubaidillah (tengah) menggulung pebulu tangkis tunggal putra China Weng Hongyang pada final beregu Asian Games Aichi Nagoya 2026

JAGABERITA.ID – Indonesia sukses menyabet medali emas di ajang Asian Games Aaichi-Nagoya 2026 melalui tim bulu tangkis beregu putra Indonesia, setelah mengalahkan tim China pada babak final Ichinomiya, Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026).

Hasil membanggakan tersebut tak terlepas dari peran tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menuntaskan partai kelima dengan kemenangan 23-21, 21-13 atas wakil China Weng Hongyang.

Ubaidillah mengaku sangat senang dan bangga bisa membawa nama Indonesia di kancah olahraga internasional. “Alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” ungkap Ubaidillah, usai pertandingan.

Pada babak final yang berlangsung selama total enam jam tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menutup perjuangan beregu putra Indonesia dengan manis.

Kemenangan Indonesia di nomor beregu putra tersebut sekaligus menggagalkan ambisi China untuk mengawinkan gelar dari bulu tangkis nomor beregu Asian Games 2026, setelah menyabet medali emas dari nomor beregu putri.

Ubed mengaku tak merasa tertekan karena tampil pada partai terakhir dan menjadi penentu nasib beregu putra Indonesia. Tekanan tersebut berhasil ia atasi dan mampu bermain dengan baik.

Ubed menampilkan kematangan mental yang apik dari seorang atlet. Sejak awal gim pertama ia bermain tanpa beban dan bisa mengatasi perlawanan Weng.

Sedangkan Weng terlihat tidak tenang, membuatnya berulang kali menciptakan kesalahan sendiri.
“Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkap Ubed. (ant*)