BeritaDaerah

Ketua DPRD Minta OPD Siaga Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

2
×

Ketua DPRD Minta OPD Siaga Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Meski baru memasuki musim hujan dan telah beberapa kali diguyur hujan sedang membuat beberapa wilayah di Kota Semarang mulai terdampak bencana, mulai banjir dan longsor, seperti pada baru-baru ini. Saat hujan mengguyur beberapa jam saja, sudah menyebabkan banjir di wilayah Banyumanik dan mengakibatkan tanah longsor di wilayah Kalipancur.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, bahwa bencana banjir dan longsor merupakan rutinitas tiap tahun saat musim hujan. Maka, untuk tahun ini yang kondisi cuaca kemaraunya yang cukup panjang, dikhawatirkan juga potensi bencana akan terjadi semakin intens. 
“Saya khawatir juga karena musim kemarau lebih lama dari musim hujan, justru nantinya begitu hujan akan lebih lebat tidak hanya seperti tahun lalu, tidak hanya banjir tetapi juga menyebabkan tanah longsor. Ada satu laporan kejadian longsor di wilayah kalipancur baru saja, tadi malam tebingnya ada yang ambrol dan menutup akses jalan dan teras di salah satu rumah warga, ini mau kita tinjau ke lokasi,” ujar Pilus, sapaan akrabnya.

“Tiap tahun banjir pasti terjadi di kota Semarang karena ada genangan air yang lama surut, tidak langsung masuk ke saluran sekunder, jadi guyuran hujan beberapa jam saja bisa membuat jalan terendam, atau karena genangan air dari jebolan sungai yang meluap sehingga melimpas ke jalan-jalan dan rumah warga,”lanjut Pilus.
Pihaknya juga mendorong pemerintah kota Semarang agar lebih serius menangani banjir. Yakni dengan mengaktifkan kembali koordinasi dengan seluruh dinas ataupun OPD terkait, disiapkan jangan sampai OPD satu dengan lainnya tidak koordinasi, perlu disiapkan pompa air seperti oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). 

“Baik dari sisi pengisian bahan bakarnya agar sewaktu-waktu pompa dibutuhkan bisa dimaksimalkan fungsinya, untuk membantu warga yang terdampak. Seluruh OPD saya minta siap siaga, terutama dinas teknis untuk turun menanggulangi potensi bencana musim hujan,”katanya.

Pilus juga menyoroti, bahwa kejadian banjir di suatu wilayah, pasti hasil dari penyempitan saluran yang tidak berfungsi.

“Kemungkinan terdapat bottle neck di sana, musim kemarau panjang tidak disadari tumpukan sampah dibawa angin menyumbat bawah aliran saluran, itu tidak dikontrol oleh pemangku wilayah, dan warga maupun dinas terkait. Saat hujan mengguyur deras, membuat air meluber ke jalan karena saluran yang mampet akibat tertutup tumpukan sampah, akhirnya airnya melimpas kemana -mana. Biasanya banjir kan ada di Mangkang, sekarang mulai berubah di wilayah Semarang bagian atas yang dilanda banjir,”papar Pilus.

Pilus mengajak masyarakat untuk sadar menjaga lingkungan melakukan kegiatan bersih -bersih lingkungan, dan membuang sampah pada tempatnya, serta memupuk kesadaran dan memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. Menurut Pilus, karena dengan rasa memiliki itulah, sekaligus menjadi dari sebuah solusi untuk menghadapi potensi bencana di musim hujan yang diprediksi lebih tinggi. (Yuli)