JAGABERITA.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirimkan ratusan ribu masker dan pasokan oksigen ke sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan.
Pengiriman dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), hingga iritasi mata dan kulit.
“Kita sudah kirim ratusan ribu masker dan oksigen-oksigen ke sana (wilayah terdampak karhutla),” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Budi mengatakan pemerintah juga terus melakukan koordinasi untuk menangani dampak karhutla melalui rapat rutin yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Menurutnya, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan penanganan di wilayah terdampak berjalan optimal.
“Kita meeting rutin dipimpin menko PMK bagaimana penanggulangan di sana,” paparnya.
Karhutla Berdampak pada 7 Provinsi
Berdasarkan situation report Kemenkes per Kamis (27/8/2026), karhutla berdampak pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Total penduduk yang terdampak karhutla mencapai 10.674.201 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 123 orang mengalami luka berat atau menjalani rawat inap, sedangkan dua orang mengalami luka ringan atau menjalani rawat jalan. Hingga laporan diperbarui, tidak tercatat korban meninggal dunia maupun pengungsi akibat karhutla.
Dampak kesehatan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan. Data Kemenkes menunjukkan terdapat 4.082 kasus ISPA pada 27 Agustus 2026, dengan total kumulatif mencapai 13.449 kasus. Kasus tersebut dilaporkan dari 63 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla.
Kemenkes Mobilisasi 848 Tenaga Kesehatan
Sebelumnya, hingga Kamis (27/8/2026), sebanyak 848 tenaga kesehatan telah dimobilisasi di tujuh provinsi terdampak karhutla. Tenaga kesehatan tersebut terdiri atas dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis, tenaga farmasi, epidemiolog, sanitarian, hingga tenaga pendukung lainnya.
Selain dukungan logistik dan tenaga kesehatan, Kemenkes memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Kemenkes telah menyiapkan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas). Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui Public Safety Center (PSC) 119 dan tenaga cadangan kesehatan di tingkat kabupaten/kota. (beritasatu*)












