JAGABERITA.ID – Terdapat ratusan ranjau yang ditanam di Selat Hormuz selama perang Iran, sehingga perlu setidaknya dua bulan untuk membersihkan jalur vital strategis bagi distribusi pasokan minyak global tersebut.
Komandan Komando Operasi Gabungan (COVI), Giovanni Maria Iannucci menyebut
diperkirakan ranjau yang ditebar di Selat Hormuz, memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk penanganannya. Ranjau-ranjau itu bersifat canggih dan modern, yang memerlukan kemampuan serta keahlian yang tidak dimiliki oleh semua negara,” ujarnya, Rabu (1/7/2026)
Menurut Iannucci gagasan mengenai misi multinasional untuk pembersihan Selat Hormuz itu juga membuka peluang bagi berbagai pihak di luar Eropa maupun aktor regional untuk ikut berpartisipasi.
Komandan COVI tersebut menambahkan kapal-kapal penyapu ranjau Italia saat ini sedang berada di Djibouti.
Djibouti merupakan negara di kawasan Tanduk Afrika, yang terletak di pesisir Laut Merah bagian selatan, tepat di dekat Selat Bab el-Mandeb.
Sementara itu, Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman itu berada jauh di sebelah timur dari negara tersebut. (ant*)












