BeritaDaerahPeristiwa

Pangkalan Bus Sinar Jaya di Bekasi Terbakar, Sebanyak 50 Bus Ludes

13
×

Pangkalan Bus Sinar Jaya di Bekasi Terbakar, Sebanyak 50 Bus Ludes

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Kebakaran hebat melanda pangkalan bus Sinar Jaya di Jalan Jarakosta Dalam, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026) dini hari. Sedikitnya 50 bus yang terparkir di lokasi hangus terbakar.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Rizki Ramadhan, mengatakan api pertama kali diketahui petugas keamanan yang sedang berpatroli di sekitar pangkalan. Saat ditemukan, kobaran api sudah membesar dan merambat ke sejumlah bus.

“Awalnya kita dapat info dari security. Saat security sedang patroli, dia melihat api sudah menghebat besar di sekitar areal bus, di tengah, dan ada suara ledakan,” ujar Rizki.

Menurut Rizki, besarnya kobaran api membuat petugas mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api sekaligus mencegah perambatan ke area lain.

“Wah, bukan gede lagi tuh. Masih banyak perambatan, makanya kita kerahkan sembilan unit,” ujarnya.

Rizki menjelaskan, laporan kebakaran diterima Disdamkarmat Kabupaten Bekasi sekitar pukul 01.45 WIB. Dua menit kemudian, unit pemadam langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB.

Proses pemadaman dan penanganan kebakaran berlangsung hingga sekitar pukul 07.35 WIB atau hampir 6 jam sejak laporan diterima.

Dari sekitar 100 bus yang berada di pangkalan tersebut, kurang lebih 50 unit terbakar. Bus yang terdampak merupakan armada Sinar Jaya yang sudah tidak beroperasi dan dinilai tidak layak jalan.

“Bus Sinar Jaya, cuma dia sudah tidak operasi, sudah tidak layak operasi. Kalau yang terparkir mungkin diperkirakan 100-an, yang terbakar kurang lebih 50, hampir separonya,” jelas Rizki.

Dalam proses pemadaman, petugas juga menghadapi kendala keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Mobil pemadam harus mengambil pasokan air dari arah Kalimalang yang berjarak sekitar 700 meter hingga hampir 1 kilometer dari lokasi kebakaran.

“Kalau kesulitan, sumber air jauh. Kita harus ke Kalimalang mengambilnya. Lumayan dari situ jaraknya hampir satu kilometer,” ungkapnya.

Meski kobaran api membesar, api tidak sampai merembet ke permukiman warga di sekitar pangkalan. Petugas membagi penanganan menjadi dua jalur, yakni memadamkan api di area parkir bus dan melakukan penyekatan untuk mengantisipasi api menjalar ke permukiman.

“Tidak merembet. Kita buka dua jalur, untuk back up permukiman sebelah kiri dan pemadaman di areal parkir bus,” katanya.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, pangkalan dalam kondisi tidak beraktivitas dan hanya terdapat petugas keamanan yang berjaga.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Petugas masih belum dapat memastikan titik awal munculnya api karena saat pertama kali diketahui, kobaran sudah dalam kondisi besar.

“Untuk penyebabnya kita juga belum tahu, belum bisa diperkirakan. Karena informasi dari security, dia sudah tahu-tahu melihat api besar,” pungkas Rizki. (beritasatu*)