JAGABERITA.ID – Krisis air bersih di Pangandaran mulai dirasakan warga setelah musim kemarau berlangsung hampir dua bulan.
Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, warga terpaksa berjalan jauh dan mengantre setiap hari di sebuah sumur tua karena sebagian besar sumur di permukiman telah mengering.
Sumur tua yang berada di tengah area perkebunan itu kini menjadi satu-satunya sumber air bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Jumsiah, salah seorang warga, mengaku kondisi tersebut selalu terjadi setiap musim kemarau. Meski usianya tidak lagi muda, ia tetap harus berjalan cukup jauh sambil membawa ember demi mendapatkan air bersih.
“Dari rumah jaraknya lumayan jauh, apalagi saya sudah tua. Kalau musim kemarau, warga semua ngangsu atau mengambil air ke sini untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
“Sudah dua bulan setiap hari mengambil air di sini pakai ember. Air ini sangat dibutuhkan untuk masak, mencuci, mandi, dan yang lainnya. Jadi setiap pagi dan sore selalu mengambil air ke sini,” katanya.
Kawasan sumur tua itu dipenuhi warga yang datang bergantian. Sebagian bahkan membawa pakaian kotor untuk langsung dicuci di lokasi agar tidak perlu membawa terlalu banyak air pulang ke rumah.
Pemerintah Kecamatan Padaherang mencatat, hingga saat ini sedikitnya dua desa mengalami krisis air bersih paling parah. Sementara itu, pendataan di desa lain masih dilakukan untuk menentukan kebutuhan bantuan air bersih.
Camat Padaherang Agus Gumilar mengatakan, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
“Dari seluruh desa di Kecamatan Padaherang, saat ini baru ada dua desa yang terlihat mengalami kesulitan air bersih. Untuk desa lain masih dalam tahap pendataan. Kami akan berupaya meringankan beban warga dengan menyalurkan bantuan air bersih dan berkoordinasi dengan pihak BPBD. Harapan kami ke depan, jaringan PDAM dapat menjangkau wilayah Padaherang,” katanya.
Selain bantuan darurat, warga juga berharap pemerintah menghadirkan solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Pembangunan sumur bor, penambahan tangki penampungan, serta perluasan jaringan PDAM menjadi kebutuhan yang paling dinantikan masyarakat. (beritasatu*)












