Berita

Listrik Padam di Banyuwangi, Santri Naik Menara demi Kumandangkan Azan

3
×

Listrik Padam di Banyuwangi, Santri Naik Menara demi Kumandangkan Azan

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Pemadaman bergilir terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejumlah daerah mengeluhkan pemadaman yang terjadi tiba-tiba, mengganggu aktivitas masyarakat pada Selasa (9/6/2026).

Salah satunya terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nurul Qodiri Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Akibat pemadaman, muadzin nekat mengumandangkan azan dengan naik ke menara masjid.

“Pemadaman mulai sekitar jam 15.00 WIB saat kami ngaji ashar,” kata pengurus pondok, Muhammad Falih Ma’isya, Selasa (9/6/2026).

Hingga memasuki waktu Maghrib, listrik belum juga menyala. Hingga akhirnya, salah atau santri di ponpes tersebut yang bernama Muhammad Ali, berinisiatif mengumandangkan azan di menara.

Hingga memasuki waktu Maghrib, listrik belum juga menyala. Hingga akhirnya, salah atau santri di ponpes tersebut yang bernama Muhammad Ali, berinisiatif mengumandangkan azan di menara.

Hal tersebut dilakukan sebab pondok pesantren tidak memiliki genset yang dapat digunakan saat listrik padam.

Di sisi lain, waktu Maghrib telah tiba dan muadzin mencari cara untuk memanggil jemaahnya agar dapat segera datang untuk menunaikan salat berjamaah. “Naik ke atas biar orang sekitar kampung dengar,” ujar Falih.

Diketahui, ada empat menara di masjid ponpes itu, satu menara besar dan tiga menara kecil. Azan dikumandangkan di salah satu menara kecil yang ketinggiannya berkisar 7-8 meter.

Meski begitu, pihak ponpes juga telah memastikan keamanan santri karena jalan menuju ke atap menara memang terdapat jalur naik yang biasa digunakan ketika terjadi perbaikan kerusakan peralatan pengeras suara.

Sementara itu, Falih mengaku bahwa sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari PLN terkait pemadaman listrik yang terjadi. “Tiba-tiba pemadaman, saya mau ngaji mati lampu,” pungkasnya. (kompas*)