BeritaOlahraga

Ladeni Prancis di Semifinal, Spanyol Kantongi Kemenangan Dua Pertemuan Terakhir

12
×

Ladeni Prancis di Semifinal, Spanyol Kantongi Kemenangan Dua Pertemuan Terakhir

Sebarkan artikel ini
Pemain Timnas Prancis, Kylian Mbappé
Pemain Timnas Prancis, Kylian Mbappé

JAGABERITA.ID – Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Belgia. Tim asuhan Luis de la Fuente juga memiliki modal positif karena selalu mengalahkan Prancis dalam dua pertemuan terakhir.

Laga ini kembali mempertemukan dua bintang lintas generasi, Kylian Mbappé dan Lamine Yamal. Keduanya telah berhadapan 10 kali di level klub maupun tim nasional.

Yamal unggul dari sisi hasil pertandingan dengan delapan kemenangan, termasuk dua kemenangan bersama Spanyol atas Prancis di Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025. Namun, Mbappé lebih produktif secara individu dengan koleksi sembilan gol, sedangkan Yamal mencetak enam gol dalam seluruh pertemuan mereka.

Pada Piala Dunia 2026, Yamal juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama berusia 18 tahun atau lebih muda yang tampil dalam lebih dari lima pertandingan pada satu edisi turnamen. Sementara itu, Mbappé mengusung ambisi membawa Prancis kembali ke final sekaligus mendekatkan diri pada gelar Piala Dunia kedua setelah sukses menjadi juara pada edisi 2018.

Semifinal di Dallas diprediksi berlangsung sengit. Spanyol berupaya mempertahankan dominasinya atas Prancis, sedangkan Les Bleus datang dengan wajah baru dan tekad besar untuk merebut tiket ke final Piala Dunia 2026.

Timnas Prancis membawa misi balas dendam saat menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB. Les Bleus membidik tiket ke final sekaligus mengakhiri dominasi La Roja dalam dua pertemuan terakhir di turnamen besar.

Prancis melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0, sedangkan Spanyol memastikan tempat di empat besar usai mengalahkan Belgia 2-1.

Selain memburu tiket final, Prancis juga berpeluang mencatat sejarah sebagai negara ketiga yang mampu tampil pada tiga final Piala Dunia secara beruntun setelah mencapai partai puncak pada edisi 2018 dan 2022.

Pertandingan ini menjadi momentum bagi tim asuhan Didier Deschamps untuk membalas kekalahan 1-2 dari Spanyol pada semifinal Euro 2024 dan kekalahan 4-5 di semifinal UEFA Nations League 2025.

Kekalahan di Euro 2024 menjadi titik awal perubahan besar di skuad Prancis. Didier Deschamps kemudian melakukan regenerasi dengan memberi peran lebih besar kepada pemain muda seperti Désiré Doué, Michael Olise, dan Manu Koné, seiring berakhirnya era Antoine Griezmann, Olivier Giroud, Benjamin Pavard, serta Kingsley Coman di tim nasional.

Deschamps juga mengubah pendekatan taktik dari formasi 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 yang lebih ofensif.

Perubahan tersebut mulai terlihat saat Prancis kembali menghadapi Spanyol di UEFA Nations League 2025. Meski kalah 4-5, Les Bleus tampil lebih agresif dan mampu mengimbangi permainan La Roja.

Performa itu berlanjut di Piala Dunia 2026. Prancis tampil lebih seimbang dalam menyerang dan bertahan dengan mengandalkan Ousmane Dembélé, Michael Olise, Désiré Doué, dan Kylian Mbappé di lini depan.

Solidnya permainan Les Bleus juga tercermin dari catatan hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan terakhir. Mereka menunjukkan kematangan saat menyingkirkan Paraguay pada babak 16 besar dan Maroko di perempat final melalui permainan yang sabar sebelum memastikan kemenangan pada babak kedua. (beritasatu*)