JAGABERITA.ID – Penonton MotoGP Mandalika 2026 bisa mendapatkan imbalan Rp 1.000 untuk setiap botol plastik bekas yang ditukarkan melalui mesin penukar sampah di kawasan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program bertajuk Yuk! Kita Gas Kelola Sampah ini menghadirkan dua mesin penukar botol plastik atau reverse vending machine (RVM) yang dikelola bersama PlasticPay dan Bank BRI. Mesin tersebut ditempatkan di area VIP atau deluxe dan area festival selama gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Setiap botol yang memenuhi ketentuan mendapat imbalan 1.000 poin atau setara Rp 1.000. Poin tersebut dapat ditukarkan menjadi saldo rekening bank. Program ini diharapkan mendorong pengunjung memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi pada botol plastik bekas.
Strategic Communication PlasticPay, Imam Pesuwaryantoro mengatakan, nampak pengunjung sangat antusiasme untuk ikut menukarkan botol plastik bekas sejak hari pertama pelaksanaan program. Puluhan orang mengantre untuk menukarkan botol plastik mereka melalui mesin tersebut. “Antusiasme di hari pertama luar biasa. Ada puluhan orang yang mengantre menukarkan sampah. Bahkan, ada yang mendapatkan Rp 100.000 dari 100 botol,” ujar Imam, Jumat (9/10/2026).
Mesin tersebut menerima botol plastik berukuran 200 mililiter hingga 1,5 liter. Ketika kapasitas mesin penuh, petugas kemudian mengambil botol yang terkumpul. Sensor pada mesin akan mengirimkan notifikasi kepada tim penjemput saat kapasitasnya penuh. Aktivitas pengumpulan juga tercatat melalui dasbor pemantauan secara real time.-Botol Plastik Diolah Jadi Produk Daur UlangBotol plastik yang terkumpul tidak hanya berhenti sebagai sampah. PlasticPay mengolahnya menjadi bahan daur ulang, seperti recycled felt, kain, dan geotekstil, yang dapat digunakan untuk membuat berbagai produk.Dalam proses tersebut, PlasticPay turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah ini diharapkan membuka peluang usaha sekaligus mendukung terciptanya pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs.Imam mengatakan pengelolaan sampah perlu mencakup rantai pasok dan nilai ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. “Enggak hanya mengumpulkan sampah saja, tetapi ada supply chain dan value chain. Sehingga setiap orang bisa mendapatkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan,” katanya.
PlasticPay telah menjalankan program pengumpulan botol plastik di ajang MotoGP Mandalika sejak 2024. Pengunjung pada pelaksanaan sebelumnya juga menunjukkan animo tinggi karena mengetahui botol plastik bekas dapat ditukarkan dengan insentif. Sejumlah pengunjung bahkan mengumpulkan botol plastik dalam karung untuk memperoleh imbalan melalui mesin penukar.Ia menilai pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan imbauan. Pemberian insentif perlu disertai edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. Iman mengajak penonton dan seluruh pihak yang terlibat dalam MotoGP Mandalika 2026 untuk memanfaatkan fasilitas penukaran botol plastik yang tersedia.
“Jangan malu, jangan gengsi. Ayo kita gas kelola sampah bersama Bank BRI dan PlasticPay. Karena setiap sampah ada tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (beritasatu*)












