BeritaDaerahPeristiwa

SAR Kembali Temukan Satu Jenazah Korban Insiden KM Nurul Salsa

8
×

SAR Kembali Temukan Satu Jenazah Korban Insiden KM Nurul Salsa

Sebarkan artikel ini
korban hilang insiden KM Nurul Salsa
korban hilang insiden KM Nurul Salsa

JAGABERITA.ID – Satu jenazah korban insiden KM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali ditemukan. Korban ditemukan Perairan Flores dan saat ini telah dievakuasi oleh tim search and rescue (SAR) gabungan menuju Pelabuhan Soekarno – Hatta, Makassar. Atas penemuan ini, tim SAR kemudian menambah masa pencarian terhadap para korban yang masih dinyatakan hilang.

Jenazah terakhir ditemukan pada pukul 17.00 Wita pada Selasa (21/7/2026) oleh nelayan di Perairan Flores, sebelah timur Pulau Sanana Besar, Desa Sabalana, Kecamatan Libukang Tangngaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Jenazah masih mengenakan pelampung KM Nurul Salsa Saat ditemukan, jenazah masih mengenakan pelampung milik KM Nurul Salsa namun belum diketahui jenis kelaminnya lantaran kondisi jasad yang sudah rusak.

Pihak pemerintah Desa Sabalana berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan kemudian Basarnas Makassar mengerahkan KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan kemudian diserahkan ke KN Sar Kamajaya. Hingga saat ini dua jenazah telah berada di KN Sar Kamajaya untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar guna menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), Biddokkes Polda Sulsel.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan bahwa sesuai prosedur operasional standar (SOP), operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan selama maksimal tujuh hari.

Operasi pencarian diperpanjang tiga hari. Namun, berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, adanya penemuan korban, serta kesepakatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR, operasi diputuskan untuk diperpanjang. “Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari,” ujar Yudhi Bramantyo.

“Namun setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan,”lanjutnya.

Ia menambahkan, selama masa perpanjangan operasi, tim SAR gabungan akan tetap mengerahkan seluruh unsur laut dan potensi SAR yang berada di lokasi, dengan penyesuaian area pencarian berdasarkan analisis pergerakan arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).

“Kami akan tetap mengerahkan alut dari KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, Boeing 737-200 serta seluruh potensi SAR yang terlibat untuk pencarian ke depan,” tambahnya.

Basarnas memastikan seluruh proses evakuasi dan identifikasi korban akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, sementara operasi pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang akan terus dilanjutkan hingga masa perpanjangan berakhir. Sebelumnya, KM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Jampea, Kabupaten Selayar menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal itu tenggelam pada Rabu (15/7/2026) pukul 05.00 Wita saat berada di sekitar 43 nautical mil dari Pelabuhan Benteng, Selayar, Sulsel. KM Nurul Salsa memuat 78 penumpang. Ada 59 penumpang berhasil dievakuasi, tiga penumpang ditemukan meninggal dunia dan 16 penumpang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. (kompas*)