BeritaDaerahPeristiwa

TNI AL Hentikan Sementara Latihan Tembak, Demo Peluru Nyasar di Pasuruan Berakhir

6
×

TNI AL Hentikan Sementara Latihan Tembak, Demo Peluru Nyasar di Pasuruan Berakhir

Sebarkan artikel ini
Aksi demonstrasi warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur berakhir
Aksi demonstrasi warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur berakhir

JAGABERITA.ID – Aksi demonstrasi warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berakhir. Keputusan itu diambil setelah Komando Latihan TMarinir (Kolatmar) TNI AL menyatakan menghentikan sementara latihan teknis menembak di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir wilayah Lekok dan Grati.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara perwakilan warga dengan jajaran TNI AL untuk membahas solusi atas keresahan masyarakat terkait dugaan peluru nyasar. “Pak Bupati bersedia memfasilitasi pertemuan antara para tokoh masyarakat Alastlogo dengan pihak TNI Angkatan Laut,” kata perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasuruan usai berdialog dengan warga, Kamis (23/7/2026).

Ia mengatakan seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menyelesaikan persoalan dengan tetap menjamin keselamatan masyarakat tanpa mengganggu pelaksanaan program latihan militer.

“Intinya semua ingin masalah ini selesai, masyarakat tetap dilindungi. Kami berharap setelah ini bisa ditentukan jadwal untuk berdialog bersama mencari solusi terbaik bagi masyarakat Alastlogo,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan TNI AL, Letkol Marinir Arif Nugroho, mengatakan penghentian sementara hanya berlaku untuk latihan teknis menembak. Adapun permintaan warga agar seluruh kegiatan latihan dihentikan sepenuhnya akan dilaporkan kepada pimpinan. “Kami di sini adalah unsur pelaksana. Kami bukan membuat keputusan, hanya melaksanakan perintah. Untuk permintaan lainnya (penghentian total latihan) kami akan laporkan ke pimpinan,” kata Arif.

Bantah Adanya Intimidasi Ia juga membantah tudingan adanya ancaman atau intimidasi terhadap Sekretaris Desa Alastlogo, Sugianto, yang sebelumnya mengaku menerima ancaman melalui telepon. “Bahwa terkait ancaman akan ada Alastlogo jilid kedua tidak akan terjadi,” ujarnya. Setelah mendengar penjelasan dari pihak TNI AL dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengenai rencana dialog, warga akhirnya membubarkan aksi dan membuka kembali jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo yang sebelumnya ditutup.

Sebelumnya, warga Desa Alastlogo menutup jalur Pantura di depan Markas Komando Latihan Marinir sebagai bentuk protes atas dugaan peluru nyasar saat latihan militer. Warga meminta kegiatan latihan dihentikan karena khawatir proyektil kembali mengenai permukiman. (kompas*)