JAGABERITA.ID – Profesi masinis kereta api ternyata diimpikan masyarakat Inggris sebagai pekerjaan mereka. Temuan terkait pekerjaan impian rakyat Inggris ini dipublikasikan bersamaan dengan hasil riset terbaru dari King’s Trust yang menunjukkan tingginya kecemasan generasi muda Inggris terhadap masa depan karier mereka.
Pekerjaan sebagai masinis berhasil menjadi profesi nomor satu impian warga Inggris, menggeser profesi modern dan kekinian seperti YouTuber, influencer, hingga DJ yang sebelumnya lebih populer.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dunia kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kemajuan perkembangan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Mengutip Metro, Sabtu (18/7/2026), pada 2024, profesi YouTuber masih menempati posisi teratas dalam daftar pekerjaan impian. Namun, kini masinis kereta api berhasil mengambil alih posisi tersebut, mengungguli berbagai profesi yang selama ini identik dengan popularitas dan gaya hidup modern serta kemewahan.
Penasihat kebijakan sekaligus spesialis karier internasional, Dr Deirdre Hughes, menilai perubahan ini memberikan gambaran menarik mengenai dinamika aspirasi karier masyarakat.
“Ini menawarkan wawasan menarik bagi siapa pun yang bekerja di bidang bimbingan karier, dan pengingat betapa cepatnya pemikiran kita tentang pekerjaan yang diidamkan itu bisa berubah,” jelas Deirdre.
Hasil survei didapati dengan melakukan survei terhadap 4.097 responden berusia 16 hingga 25 tahun. Dalam survei yang sama, ditemukan sebanyak 73 persen penduduk Inggris cemas terhadap prospek karier mereka dan khawatir kesempatan kerja di masa depan akan semakin terbatas.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu alasan meningkatnya daya tarik profesi yang dinilai lebih stabil, termasuk masinis kereta api. Pekerjaan ini juga dipandang sebagai salah satu profesi yang kecil peluangnya dapat tergantikan sepenuhnya oleh teknologi AI.
Pelatih karier sekaligus pakar ketenagakerjaan, Hannah Salton, mengaku sempat terkejut saat mengetahui hasil survei tersebut. Namun, setelah mencermatinya lebih jauh, ia memahami alasan di balik meningkatnya minat orang-orang usia produktif terhadap profesi tersebut.
“Di atas kertas, menjadi masinis kereta api tidak terlihat seperti pekerjaan mewah atau glamor. Banyak orang merasa jenuh dengan dunia korporat, dan dengan pasar kerja secara umum saat ini. Namun, ada persepsi tentang kepastian dalam karier seperti menjadi masinis kereta api, dan gajinya cukup baik dibandingkan dengan pekerjaan lain di bidang transportasi yang tidak memerlukan gelar,” jelas Hannah.
Selain menawarkan stabilitas, profesi masinis kereta api di Inggris juga dikenal memiliki penghasilan yang kompetitif. Berdasarkan data Glassdoor, rata-rata gaji tahunan seorang masinis kereta api di Inggris mencapai 56.000 pound sterling atau sekitar Rp 1,36 miliar per tahun. Angka ini disebut hampir 20.000 pound sterling lebih tinggi dibandingkan pendapatan rata-rata tahunan pekerja di Inggris secara keseluruhan. (beritasatu*)












