BeritaDaerahPeristiwa

Lawan Rasa Takut, Aksi Heroik Bidan Desa Langkat Diterjang Ombak Selamatkan Pasien

12
×

Lawan Rasa Takut, Aksi Heroik Bidan Desa Langkat Diterjang Ombak Selamatkan Pasien

Sebarkan artikel ini
Aksi heroik bidan desa Langkat terobos laut selamatkan pasien
Aksi heroik bidan desa Langkat terobos laut selamatkan pasien

JAGABERITA.ID – Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil, seorang bidan Desa Langkat, Sumatera Utara, menunjukkan aksi heroiknya bertaruh nyawa demi menyelamatkan pasien rujukan. Kisah perjuangan yang penuh haru tersebut viral di media sosial (medsos) setelah dibagikan oleh Vera Leli Septiana Boru Manullang, tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat Vera mendampingi proses rujukan seorang pasien bernama Romaida Boru Saragih menuju Rumah Sakit Mahkota Bidadari di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Pasien harus segera dirujuk karena mengalami sesak napas, kadar gula darah tinggi, kondisi tubuh yang lemah, serta telah terpasang infus sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan secepat mungkin.

Vera merupakan tenaga kesehatan yang telah bertahun-tahun mengabdi di wilayah tersebut sebagai tenaga kontrak dan kini berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

Namun, perjalanan tidak berjalan sesuai rencana. Di tengah pelayaran, cuaca tiba-tiba memburuk. Ombak besar menghantam perahu hingga terseret ke tepian perairan sebelum akhirnya kandas akibat air laut surut.

Menghadapi situasi darurat tersebut, Vera bersama keluarga pasien dan pengemudi perahu segera menghubungi sejumlah pihak untuk meminta bantuan.

Sekitar 30 menit berlalu, pertolongan yang dinanti belum juga datang. Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang dan petir terus mengguyur lokasi sehingga kondisi semakin membahayakan.

Dalam situasi yang mendesak, Vera memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama. Ia menilai bertahan di atas perahu justru dapat membahayakan keselamatan pasien.

Bersama keluarga pasien dan pengemudi perahu, Vera turun ke perairan lalu mengangkat pasien yang masih terpasang infus untuk dibawa berjalan menuju daratan.

Langkah demi langkah mereka tempuh dengan penuh kehati-hatian hingga akhirnya pasien berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah proses evakuasi selesai, Vera baru menyadari kakinya mengalami luka akibat terkena benda di dasar laut yang diduga berbisa. Akibat cedera tersebut, ia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Mahkota Bidadari.

Saat menjalani perawatan, Vera mengaku tidak sempat memikirkan keselamatannya sendiri ketika memutuskan membawa pasien keluar dari perahu.

“Tanpa saya pikir lagi pada saat itu. Kalau saya menyerah, apa lagi pasien ini karena pada saat itu hujan petir,” beber Vera.

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam baginya. Ia mengaku masih terbayang situasi mencekam saat harus menghadapi hujan deras, petir, dan kondisi laut yang tidak bersahabat.
“Kita ada dokter jiwa enggak, karena jiwaku terganggu ini,” katanya sambil bercanda.

“Setiap saya tutup mata, itu yang terlihat. Saya membayangkan ular, hujan petir,” sambungnya.

Hingga kini, Vera mengaku masih tidak menyangka dirinya dan pasien dapat selamat dari peristiwa tersebut.

Kisah perjuangan Vera menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan di wilayah terpencil. Di tengah keterbatasan sarana dan akses transportasi, dedikasi tenaga medis seperti dirinya menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan darurat. (beritasatu*)