BeritaDaerahPeristiwa

Imbas Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Wings Air Hentikan Penerbangan ke Ende

20
×

Imbas Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Wings Air Hentikan Penerbangan ke Ende

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Maskapai Wings Air menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai Sabtu (15/8/2026), menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut.

Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, penghentian sementara oleh maskapai untuk keselamatan bersama. “Keputusan ini merupakan langkah kehati-hatian dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan,” katanya.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa bumi tercatat bermagnitudo 7,7 berlokasi 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Ende.

Danang menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi, Wings Air untuk sementara membatalkan penerbangan komersial berjadwal dari dan menuju Bandar Udara H Aroeboesman, Ende (ENE), mulai 15 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Penyesuaian operasional tersebut merupakan force majeure, yaitu kondisi di luar kendali perusahaan yang berdampak terhadap kegiatan penerbangan.

Penerbangan Wings Air yang sementara tidak beroperasi dari dan ke Ende meliputi IW1831 rute Kupang (KOE)-Ende (ENE) dengan keberangkatan pukul 07.00 Wita, IW1831 rute Ende (ENE)-Labuan Bajo (LBJ) pukul 08.30 Wita, IW1952 rute Labuan Bajo (LBJ)-Ende (ENE) pukul 10.20 Wita, dan IW1953 rute Ende (ENE)-Labuan Bajo (LBJ) pukul 11.40 Wita.

Selain itu, penerbangan IW1830 rute Labuan Bajo (LBJ)-Ende (ENE) pukul 12.55 Wita, IW1830 rute Ende (ENE)-Kupang (KOE) pukul 14.10 Wita, IW1957 rute Kupang (KOE)-Ende (ENE) pukul 11.30 Wita, dan IW1956 rute Ende (ENE)-Kupang (KOE) pukul 12.55 Wita juga dihentikan sementara.

Pelanggan yang terdampak dapat melakukan penyesuaian perjalanan, termasuk reschedule (perubahan jadwal penerbangan) atau refund (pengembalian biaya tiket), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wings Air masih melakukan kajian terhadap Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng (RTG), dan Bandar Udara Soa, Bajawa (BJW). Kajian dilakukan melalui assessment (pengecekan dan kajian operasional) serta koordinasi intensif dengan otoritas dan instansi terkait karena kondisi kedua bandar udara tersebut masih perlu dipastikan untuk mendukung operasional penerbangan komersial berjadwal yang aman.

“Wings Air terus berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di lapangan,” kata Danang.

Operasional penerbangan dari dan menuju bandar udara terdampak akan kembali dibuka setelah hasil evaluasi menyatakan kondisi telah aman dan memenuhi persyaratan operasional. Informasi terbaru mengenai perubahan operasional akan disampaikan kepada pelanggan.

Hasil pengecekan dan evaluasi (assessment) operasional menunjukkan sejumlah bandar udara dalam jaringan Wings Air di kawasan Nusa Tenggara tetap beroperasi. Bandar udara tersebut meliputi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP), Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa (SWQ), Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (BMU), dan Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo (LBJ).

Bandar udara lainnya yang tetap beroperasi yakni Bandar Udara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC), Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP), Bandar Udara Gewayantana, Larantuka (LKA), Bandar Udara DC Saudale, Rote (RTI), Bandar Udara Wonopitu, Lewoleba (LWE), Bandar Udara AA Bere Tallo, Atambua (ABU), Bandar Udara Mali, Alor (ARD), Bandar Udara Frans Seda, Maumere (MOF), dan Bandar Udara El Tari, Kupang (KOE).

Danang menegaskan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan tetap menjadi prioritas.

“Wings Air terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan operasional,” pungkasnya. (beritasatu*)