Berita

Event Grebeg Gethuk Magelang Digelar 12 April, Kawasan Alun-alun Akan Ditutup

11
×

Event Grebeg Gethuk Magelang Digelar 12 April, Kawasan Alun-alun Akan Ditutup

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang akan menutup sejumlah ruas jalan saat pelaksanaan Grebeg Gethuk di Alun-alun Magelang pada Minggu, (12/4/2026).

Kepala Dishub Kota Magelang, Makhmud Yunus mengatakan, perempatan Polisi Militer (CPM) ditutup bagi kendaraan dari arah Semarang menuju Yogyakarta. Selain itu, perempatan Tugu Aniem hingga lampu lalu lintas Bank Jateng, yang berada di kawasan Alun-alun Magelang juga ditutup.

Yunus menyebut, rekayasa lalu lintas sudah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan.

“Kira-kira (rekayasa lalu lintas diberlakukan) sampai jam 12.00 WIB,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Bagi kendaraan dari arah Semarang menuju Yogyakarta, pengendara bisa berbelok ke kiri di pertigaan Kebonpolo untuk melintasi Jalan Urip Sumoharjo. Nantinya pengendara melewati flyover Canguk hingga mencapai persimpangan Artos di Jalan Magelang-Yogyakarta. Begitu juga dengan jalur rekayasa lalu lintas yang sama untuk kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Semarang.

Event Grebeg Gethuk ini adalah bagian Rangkaian memperingati HUT ke-1.120 Kota Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho menjelaskan, bahwa tradisi yang telah ada sejak 2006 ini akan menampilkan gunungan getuk dalam jumlah yang disesuaikan dengan usia kota.

“Jumlah getuk akan disesuaikan dengan umur Kota Magelang, yakni 1.120. Termasuk ada gunungan dari 17 kelurahan. Dulu pakai palawija, kini gunungan yang mencerminkan potensi lokal, misalnya produk ekonomi kreatif,” ujarnya. Rangkaian acara akan dimulai dengan prosesi upacara di Taman Budaya Mantyasih, dilanjutkan dengan kirab menuju pendopo di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (BPPK

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menuju kantor PDAM, rute kirab kali ini dialihkan ke BPPK guna efisiensi waktu. Hal ini dilakukan agar durasi acara tidak terlalu panjang bagi para tamu undangan.

“Yang dulu terlalu lama sehingga tamu undangan pulang lebih dulu,” beber Nurwiyono. Setelah kirab tiba di Alun-alun, acara akan dimeriahkan dengan sendratari kolosal bertajuk “Babar Mahardika” yang melibatkan 250 penari.(kompas*)