JAGABERITA.ID – Hingga 1 Oktober 2026, jumlah penderita influenza A di Provinsi Banten tembus mencapai 387.250 kasus. Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyebut tingginya temuan salah satunya dipengaruhi penguatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.
Banten menjadi salah satu wilayah dengan temuan influenza terbanyak di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tiga wilayah dengan kasus dan proporsi positivity rate influenza tertinggi, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Dari tiga wilayah tersebut, Jakarta tercatat sebagai daerah dengan temuan influenza terbanyak, disusul Jawa Barat dan Banten. Namun, Kemenkes belum memublikasikan angka kumulatif kasus untuk masing-masing provinsi tersebut dalam laporan nasional yang tersedia.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, jumlah penderita influenza A di Banten mencapai sekitar 387.250 kasus hingga 1 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan tingginya temuan influenza A di wilayah tersebut salah satunya disebabkan penguatan deteksi dini yang dilakukan fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut Ati, Dinkes Banten telah menginstruksikan puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan lainnya untuk meningkatkan deteksi terhadap kasus influenza.
“Kenapa Banten menjadi salah satu penyumbang terbanyak influenza A, karena kami telah mengintruksikan setiap rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas fasilitas kesehatan untuk melakukan deteksi dini, sehingga temuan kasus semakin banyak,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan kasus influenza A tersebut tersebar relatif merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
“Dari data yang didapat, tidak ada daerah yang mendominasi, dari jumlah tersebut tersebar di seluruh daerah baik kota maupun kabupaten di provinsi Banten,” tambahnya.
Terkait meningkatnya temuan influenza A, Ati mengatakan penyakit tersebut bukan merupakan penyakit baru dan kasusnya sudah umum ditemukan di masyarakat. Namun, karakteristik virus influenza yang perlu diwaspadai adalah kemampuan penularannya yang relatif cepat.
nfluenza ini sebenar nya kasus yang sudah biasa di masyarakat, namun tinggal penyebaran ya sangat cepat,” tegasnya.
Ati Pramudji Hastuti mengimbau masyarakat tidak perlu panik dengan meningkatnya temuan influenza A. Menurutnya, sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya, bergantung pada kondisi dan daya tahan tubuh masing-masing orang.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan. Langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain memperbanyak konsumsi air putih, mencuci tangan sebelum makan, menjaga pola makan, serta mencukupi waktu istirahat.
Ia menjelaskan, salah satu mekanisme penularan influenza dapat terjadi ketika tangan yang terkontaminasi virus menyentuh area hidung atau mulut.
“Penularan influenza A salah satunya melalui tangan yang kotor, dan kemudian masuk melalui hidung maupun mulut,” ujarnya.
Ati menambahkan, masyarakat tidak perlu berlebihan dalam menyikapi peningkatan kasus influenza. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya dengan menjaga kebersihan tangan dan kondisi tubuh. (beritasatu*)












