BeritaDaerahEkonomiPeristiwa

InJourney Sebut Asap di Terminal 2 Soetta Tak Ganggu Operasional Penerbangan

7
×

InJourney Sebut Asap di Terminal 2 Soetta Tak Ganggu Operasional Penerbangan

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, menyebut operasional penerbangan tidak terganggu atau terkendala atas insiden kemunculan asap yang terjadi di Terminal 2 bandara itu.

Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan menyatakan, kepulan asap berhasil diatasi dalam waktu singkat dan seluruh area terdampak telah kembali normal.

“Berkat respons cepat dari petugas bandara, kondisi di area khususnya di Terminal 2 Bandara Soetta yang terdampak berhasil terkendali dalam waktu singkat dan aktivitas terminal kembali berjalan normal,”ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Selain kondisi terminal normal, pihaknya juga memastikan operasional penerbangan dan pelayanan penumpang tetap berjalan dengan aman, tertib dan terkendali.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa merupakan prioritas utama kami,” terangnya.

Sebelumnya, peringatan kedaruratan di Termeinal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, terjadi pada Sabtu siang, yang diakibatkan oleh adanya kemunculan kepulan asap di area terminal penerbangan tersebut.

Menurut dia, kondisi tersebut diakibatkan atas asap yang berasal dari salah satu kendaraan operasional milik ground handling yang mengalami gangguan teknis saat berada di area makeup baggage Terminal 2D.

Namun, dalam kondisi itu petugas operasional bandara bersama unit terkait segera melakukan penanganan sesuai prosedur. Di mana Unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), unit Teknik, serta operasional langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan area, penanganan awal, dan evakuasi kendaraan yang mengalami gangguan teknis ke area terbuka guna mempercepat proses penanganan serta pembuangan asap.

“Kami bergerak cepat melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan sehingga kondisi dapat segera terkendali. Dalam waktu sekitar 5 hingga 10 menit sejak laporan diterima, sumber gangguan berhasil ditangani dan area terdampak dapat segera dinormalisasi,” terangnya.(ant*)