BeritaDaerahPeristiwa

Imbas Gempa Yogyakarta, 15 Perjalanan Kereta KAI Sempat Terganggu

12
×

Imbas Gempa Yogyakarta, 15 Perjalanan Kereta KAI Sempat Terganggu

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya kembali berjalan normal setelah gempa yang terjadi pada Sabtu (27/6/2026) sekira pukul 14.48 WIB.

Gempa tersebut turut dirasakan di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Sebagai langkah mengutamakan keselamatan penumpang, KAI langsung menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api melalui mekanisme berhenti luar biasa (BLB) guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana.

Tim lapangan KAI Daop 6 segera menginspeksi jalur rel, jembatan, fasilitas pendukung, hingga rangkaian kereta api untuk memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh lintas dan jalur kereta berada dalam kondisi aman sehingga operasional perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih atas kesabaran para pelanggan. Pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa merupakan prosedur wajib yang dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni Novida Saragih, Sabtu (27/6/2026).

15 Perjalanan Berhenti

Selama pemeriksaan berlangsung, sebanyak 15 perjalanan kereta api mengalami pemberhentian sementara dengan durasi yang bervariasi.

Kereta yang terdampak, antara lain KA Matarmaja (10 menit), Argo Wilis (5 menit), KA Bandara Adi Soemarmo (23 menit), Argo Dwipangga (15 menit), Fajar Utama Yogyakarta (10 menit), Kertanegara (22 menit), dan Sancaka (13 menit),

Selain itu, Commuter Line Yogyakarta-Palur KA 714 (20 menit), Commuter Line Yogyakarta-Palur KA 706 (19 menit), Gajahwong (16 menit), Ranggajati (13 menit), KA Bandara YIA 554 (11 menit), KA Bandara YIA 541 (12 menit), Joglosemarkerto (26 menit), serta Taksaka (21 menit).

Meski sempat mengalami keterlambatan, seluruh perjalanan kembali dilanjutkan setelah inspeksi memastikan jalur dan rangkaian kereta dalam kondisi aman.

KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah bersabar selama proses pemeriksaan pascagempa berlangsung. Perusahaan menegaskan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api.

Terkait hal itu, penghentian sementara melalui mekanisme BLB merupakan prosedur standar yang selalu diterapkan setiap kali terjadi gempa untuk memastikan keamanan jalur maupun sarana sebelum perjalanan kembali dilanjutkan. (beritasatu*)