BeritaDaerahEkonomiGaya Hidup

Bakal Diresmikan Presiden, Segini Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai

9
×

Bakal Diresmikan Presiden, Segini Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai

Sebarkan artikel ini
LRT Jakarta Manggarai-Kelapa Gading di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta
LRT Jakarta Manggarai-Kelapa Gading di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta

JAGABERITA.ID – Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau kesiapan akhir LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Senin (24/8/2026), menjelang rencana peresmian pada 26 Agustus 2026. Pembangunan lintasan sepanjang 12,2 kilometer tersebut dipastikan telah rampung 100 persen.

Peninjauan dilakukan bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dan protokol Istana. Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai diusulkan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan waktu pelaksanaan menyesuaikan agenda kepala negara.

Pramono mengatakan, seluruh pekerjaan utama, termasuk rel dan jalur layang, telah selesai. Dari sisi Pemprov Jakarta, fasilitas tersebut dinilai siap diresmikan dan melayani masyarakat.

“Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen. Kemudian yang kedua pembangunannya sudah selesai 100 persen,” ujar Pramono.

Meski konstruksi telah tuntas, Kementerian Perhubungan masih melakukan rangkaian pengujian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan kesiapan operasional terpenuhi sebelum layanan dibuka secara resmi.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki 11 stasiun dengan panjang jalur 12,2 kilometer. Total investasi untuk pembangunan lintasan tersebut mencapai sekitar Rp 12,1 triliun.

Setelah beroperasi, LRT direncanakan melayani penumpang mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Kapasitas layanan ditargetkan mencapai sekitar 80.000 penumpang per hari.

Pemprov Jakarta menetapkan tarif sementara sebesar Rp 5.000 per perjalanan selama masa transisi hingga Oktober 2026.

“Untuk sementara sampai dengan Oktober nanti tarifnya masih menggunakan tarif flat yang ada sekarang ini Rp 5.000 per transportasinya,” kata Pramono.

Setelah masa transisi berakhir, Pemprov Jakarta akan mengevaluasi besaran tarif yang akan diterapkan. Pemerintah daerah juga membuka peluang pemberian tarif khusus agar layanan LRT tetap terjangkau masyarakat.

Dalam rangkaian uji coba, Pemprov Jakarta telah melibatkan sejumlah kelompok masyarakat yang nantinya memperoleh fasilitas perjalanan gratis. Kelompok tersebut di antaranya pelajar dan penyandang disabilitas.

Pramono menyebut fasilitas LRT juga dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk kemudahan akses saat naik dan turun kereta.

“Dengan keterjangkauan ini maka kami segera akan memutuskan mengenai tarif khusus di era transisi ini. Tadi dalam uji coba kami juga sudah mengajak 15 golongan yang akan digratiskan,” ujarnya.

Setelah rute Kelapa Gading-Manggarai beroperasi, Pemprov Jakarta berencana melanjutkan pembangunan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas.

Pramono mengatakan, kebutuhan investasi untuk pengembangan tersebut mengalami penyesuaian. Nilainya semula diperkirakan Rp 2,1 triliun, tetapi bertambah menjadi sekitar Rp 2,7 triliun karena kebutuhan pengadaan rangkaian kereta.

Perpanjangan jalur hingga Dukuh Atas diharapkan semakin memperkuat integrasi transportasi massal Jakarta sekaligus memperluas pilihan mobilitas masyarakat. (beritasatu*)