JAGABERITA. ID – Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, memastikan PSM Makassar akan menghadapi “neraka” saat bertanding di Jakarta International Stadium (JIS). Atmosfer JIS diyakini akan mengintimidasi lawan. Persija Jakarta akan mengawali pekan ke-22 Super League 2025-2026 dengan menjamu PSM Makassar. Partai Persija Jakarta vs PSM Makassar akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Jumat (20/2/2026).
rakhir Persija bertanding di JIS adalah pada September tahun lalu. Kemudian, Macan Kemayoran sempat hijrah ke Stadion Manahan, Solo, dan berpindah lagi ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menyikapi kepulangannya ke JIS, Fabio Calonego menegaskan bahwa tim akan berjuang keras untuk bisa meraih poin penuh di hadapan para suporter setia, The Jakmania.
Ciptakan Atmosfer Intimidatif Apalagi, The Jakmania memiliki peran besar saat tim tampil di JIS. Mereka kerap memberikan atmosfer intimidatif kepada para tim lawan, mengingat jarak yang cukup dekat antara lapangan dengan tribune penonton. Sebagai bukti, Persija pada musim ini belum terkalahkan ketika tampil di JIS dengan rekor satu kemenangan dan dua hasil imbang. “Soal rumput, SUGBK adalah yang terbaik. Tapi kami tahu di sini, di JIS, suporter kami sangat berpengaruh,” ujar Fabio Calonego dalam konferensi pers jelang pertandingan di JIS, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Dan, seperti yang kami katakan, di Brasil, ketika lapangan sangat dekat dengan tribune, JIS terlihat seperti ‘kawah’ dalam arti atmosfernya mengintimidasi lawan. Jadi sangat sulit bagi lawan untuk datang ke sini bermain melawan kami,” tuturnya.
Persiapan Maksimal Terlepas dari keuntungan bermain di JIS, gelandang asal Brasil itu mengakui bahwa Persija sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk bisa meraih kemenangan atas PSM. Persija berambisi membalas kekalahan 0-2 dari PSM pada pertemuan pertama yang digelar di Stadion B.J. Habibie, Parepare, September lalu.
“Persiapannya bagus. Walaupun kami memiliki waktu persiapan yang lebih sedikit, kami istirahat yang cukup, mempelajari tim lawan, dan bekerja berdasarkan itu,” ujar Fabio Calonego, gelandang berusia 28 tahun. “Kami juga bisa membuat rencana permainan untuk besok. Jadi kami siap dan termotivasi untuk mendapatkan tiga poin besok,” jelasnya (kompas*).












