JAGABERITA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti terkait penataan Pedagang Kaki Lima Simpang Lima dalam menyambut gelaran Musabagah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam waktu dekat ini.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo mengatakan, bahwa perhelatan MTQ Nasional XXXI harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dia menilai kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi Kota Semarang untuk menunjukkan wajah kota kepada ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah.
Menurutnya, publikasi MTQ sejauh ini lebih banyak menonjolkan Jawa Tengah sebagai tuan rumah, sementara penyelenggaraan kegiatan secara langsung berlangsung di Kota Semarang.
“Jawa Tengah memang menjadi tuan rumah, tetapi kegiatan ini berlangsung di Semarang. Maka wajah Kota Semarang juga harus lebih ditonjolkan,” ujar Joko Widodo, Rabu (9/9/2026).
Ia mendorong event organizer (EO) bersama Pemkot Semarang perlu lebih aktif memasukkan identitas, potensi, dan keunggulan Kota Semarang dalam rangkaian publikasi maupun penyelenggaraan kegiatan. Sehingga bisa dimanfaatkan leboh maksimal.
Menurutnya, ribuan kafilah dan tamu yang datang merupakan kesempatan untuk memperkenalkan Semarang, tidak hanya sebagai lokasi penyelenggaraan, tetapi juga sebagai kota yang memiliki daya tarik wisata, kuliner, UMKM, serta berbagai potensi lainnya.
Oleh karena itu, penataan PKL, menurutnya, harus diikuti dengan perhatian terhadap kebersihan dan kerapian kawasan relokasi.
“Jangan sampai kita sibuk menyiapkan acaranya, tetapi wajah kota yang dilihat para tamu justru tidak tertata,” katanya.
Joko berharap MTQ Nasional tidak hanya sukses sebagai agenda nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi citra dan perekonomian Kota Semarang. (yuli)












