BeritaDaerahPeristiwa

Penjambret Terekam CCTV Ketika beraksi Tarik Tas Nenek hingga Terseret di jalan.

9
×

Penjambret Terekam CCTV Ketika beraksi Tarik Tas Nenek hingga Terseret di jalan.

Sebarkan artikel ini
Penjambret terekam cctv ketika beraksi menarik tas nenek hingga terseret di jalan.
Penjambret terekam cctv ketika beraksi menarik tas nenek hingga terseret di jalan.

JAGABERITA.ID – Penjambret yang viral terekam menyeret nenek 70 tahun di Jalan Seroja, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, telah ditangkap. Jambret yang mengenakan jaket ojek online (ojol) itu disebut juga beraksi di beberapa lokasi lain di Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP, Andika Dharma Sena mengatakan bahwa pelaku sudah tertangkap saat ini ,” , Kamis (3/9/2026).

Andika menyebut pelaku ditangkap pada Rabu (2/9) siang. Penjambret itu berinisial SB (45) asal Rusunawa Kaligawe, Gayamsari.

(Ditangkap kemarin?) Iya, kemarin. (Pelaku berinisial) SB, 45 tahun. (Asal Rusunawa Kaligawe?) Iya, betul,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, penjambret itu telah beraksi di Semarang Tengah dan Semarang Barat.Di Semarang Tengah, SB menjambret Suwarti yang berusia 70 tahun lebih di Jalan Seroja pada 19 Agustus 2026.

“Kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu dan korbannya sudah membuat pengaduan di polsek,” kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Nurul.
Dia menyebut, korban bernama Suwarti berusia sekitar 70 tahun lebih. Nenek itu mengontrak sebuah rumah di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, korban hendak pulang ke rumahnya. Di Jalan Seroja, Suwarti dipepet pelaku.

“Pas pulang dipepet lah sama si pelaku ini dengan mengendarai kendaraan pakaian Gojek,” tutur Nurul.

Adapun motif pelaku adalah berpura-pura menanyakan alamat kepada korban. Suwarti saat itu membawa tas kecil berisikan dompet hingga gawai.

“(Pelaku) menghampiri (korban), pura-pura nanya alamat. Terus si korban kan bawa tas kecil,” jelasnya.

Kemudian, pelaku berusaha menarik tas Suwarti. Korban pun berusaha merebut kembali tasnya.

“Ditariklah itu tas si milik korban. Terus akhirnya terjadi tarik-menarik karena si korban ini orang udah sepuh nggak kuat. Akhirnya terjatuh dan pelakunya berhasil membawa kabur tas milik korban,” ungkap Nurul.

“Itu isinya HP, terus sama uang Rp 150 ribu atau berapa, berikut KTP,” lanjutnya.

Jambret itu juga beraksi di tempat lain. Polisi mengungkap salah satunya di Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, saat dihubungi detikJateng, Kamis (3/9).

“Di Semarang Barat (Jalan Seroja) ada. (Di Semarang Barat) di depan Gapura Karangsawo RT. 01/RW 02 Kelurahan Bongsari,” kata Suprapto.

Adapun dugaan penjambretan itu terjadi pada Selasa (10/8) pukul 05.00 WIB. Korbannya adalah seorang nenek warga sekitar bernama Suparti (66).

“Menurut keterangan dari korban bahwa korban akan ke Pasar Bulu untuk membeli tempe dan tahu,” terang Suprapto.

Saat itu korban tengah menunggu jemputan anaknya di depan gapura. Tak lama berselang, datang seorang tak dikenal mengenakan jaket ojek online (ojol).

Orang tersebut mengendarai motor matik. Dia menawarkan korban untuk diantar ke Pasar Bulu dengan upah Rp 10 ribu.

“Tak lama kemudian datang seseorang yang tidak dikenal memakai jaket Gojek dan mengendarai sepeda motor jenis matik mendekati korban, menawarkan jasa diantar ke Pasar Bulu dengan harga Rp 10 ribu,” terang Suprapto.

Suparti lantas menolak tawaran tersebut. Pelaku kemudian bertanya ke mana arah Pasar Bulu. Suparti menjawab pertanyaan tersebut. Tanpa disadari, pelaku menggondol dompet korban.

“Pelaku pura-pura menanyakan kalau ke arah Pasar Bulu ke arah mana. Saat dijawab, tanpa disadari korban, pelaku mengambil dompet korban yang diletakkan di sebelah korban,” ucapnya.

“Kemudian pelaku melarikan diri dengan melawan arus. Adapun kerugian dalam kejadian tersebut adalah Rp 150 ribu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Suprapto menjelaskan, perkara tersebut tengah ditangani Unit Resmob Polrestabes Semarang. Sebab, pelaku diduga beraksi di beberapa tempat.

“Yang nangani Resmob Polrestabes ini, Mas. Kan ada beberapa TKP itu,” pungkasnya.