BeritaPeristiwa

Potongan Tubuh Kembali Ditemukan di Kali Grogol, Pengembangan Kasus Mutilasi

20
×

Potongan Tubuh Kembali Ditemukan di Kali Grogol, Pengembangan Kasus Mutilasi

Sebarkan artikel ini
Penemuan potongan tubuh manusia kembali menggegerkan warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat
Penemuan potongan tubuh manusia kembali menggegerkan warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat

JAGABERITA.ID – Penemuan potongan tubuh manusia kembali membuat geger warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Kali Grogol yang diduga menjadi lokasi pembuangan potongan tubuh korban mutilasi kembali ditemukan bagian tubuh manusia pada Kamis (20/8/2026).

Kali ini, polisi menemukan sepasang kaki bagian betis yang diduga berkaitan dengan kasus mutilasi yang tengah ditangani. Potongan tubuh tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga melaporkan kepada petugas sumber daya air (SDA) dirinya melihat benda menyerupai kaki manusia di bawah jembatan.

Petugas SDA yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi. Tidak lama berselang, polisi tiba untuk mengidentifikasi dan memeriksa temuan tersebut.

Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel mengatakan, potongan tubuh yang ditemukan pada Kamis merupakan sepasang kaki bagian betis. Potongan tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan dan identifikasi forensik.

“Penemuannya pada 20 Agustus. Sehari setelah penemuan yang kemarin, penemuan paha. Hari ini penemuan kaki bagian betis. Ada satu pasang. Kami duga ini milik korban,” katanya.

Menurut Breggy, tubuh korban sejak awal dipotong menjadi bagian atas dan bawah. Bagian bawah kemudian kembali dipotong menjadi empat bagian, terdiri atas dua potongan paha dan dua potongan betis. Dari keseluruhan potongan tersebut, satu bagian tubuh hingga kini masih dalam pencarian polisi.

Breggy menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku, seluruh potongan tubuh awalnya dimasukkan ke dalam satu karung setelah dibungkus plastik atau karung putih. Karung tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam trash bag berwarna hitam.

Namun, arus sungai dan hujan diduga menyebabkan potongan tubuh terpisah sehingga ditemukan di sejumlah lokasi berbeda.

“Kondisi mayat sudah sekitar sebulan dari saat pembunuhan. Jadi memang kondisinya sudah agak hancur dan mulai membusuk. Itu menjadi kendala untuk identifikasi, tetapi tetap akan kami lakukan secara forensik dan memang memerlukan waktu untuk hasilnya,” ujar Breggy.

Polisi bersama petugas SDA dan BPSU wilayah Depok masih melakukan pencarian terhadap satu potongan tubuh yang belum ditemukan.
Proses identifikasi terhadap bagian tubuh yang telah ditemukan juga terus dilakukan untuk memastikan keterkaitannya dengan korban serta melengkapi penyelidikan kasus mutilasi tersebut. (beritasatu*)