JAGABERITA.ID – Melonjaknya pasien yang dirawat di rumah sakit akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan stok obat obatan menipis. Sehingga Kemenkes memastikan kebutuhan obat-obatan untuk warga NTT terdampak sudah aman, terjamin, dan masih cukup hingga lima hari ke depan.
Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes, Sumarjaya. Dia mengatakan, pemerintah terus mengirimkan bantuan obat-obatan, dan dapat kami laporkan pada saat ini, untuk lima hari ke depan semua obat masih terjamin. “Kami siap memobilisasi dari pusat kebutuhan-kebutuhan obat di daerah terdampak,” paparnya, Rabu (19/8/2026).
Sumarjaya juga menyampaikan, Kemenkes mendirikan klaster kesehatan yang ditunjuk di dinas kesehatan pada delapan kabupaten/kota, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
“Kami juga mendata terlebih dahulu berapa jumlah korban, luka berat berapa, titik pengungsian di mana dalam rangka memberikan pelayanan optimal pada masyarakat,” ujar dia.
Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya Puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek, Manggarai Timur.
“Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit, oleh karena itu, kami mengirimkan tenaga medis darurat atau emergency medical team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit,” katanya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah satu orang per hari ini, sehingga total terdapat 71 korban meninggal sejak 15-19 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menambahkan, jumlah korban bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo. “Kami dari pemerintah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya keluarga kita, juga memastikan bantuan terus terdistribusi bagi masyarakat yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak,” katanya.
Berton juga mengimbau kepada para penyintas di NTT agar tetap tenang karena pemerintah terus memastikan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar warga yang menjadi korban gempa bumi di NTT.
Ia juga menambahkan, per Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB, distribusi logistik via udara telah dilakukan sebanyak 165 ton, dengan total barang bantuan yang terkirim dari 15-18 Agustus 2026 sebanyak 398 ton. Bantuan tersebut tetap dikirimkan melalui jalur darat sebagai moda utama. (ant*)












