BeritaDaerahEkonomiPeristiwa

Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu Di Klaten Disambut Meriah, Warisan Ki Ageng Gribig

23
×

Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu Di Klaten Disambut Meriah, Warisan Ki Ageng Gribig

Sebarkan artikel ini
Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu yang dihelat di Lapangan Klampeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten,
Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu yang dihelat di Lapangan Klampeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten,

JAGABERITA.ID – Ribuan warga antusias mengikuti Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu yang dihelat di Lapangan Klampeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Sebanyak 6,5 ton kue apem diperebutkan masyarakat karena dipercaya membawa berkah bagi kehidupan, usaha, dan rezeki.

Warga dari berbagai daerah nampak telah memadati lokasi acara. Saat ribuan bungkus apem mulai disebarkan, suasana berubah menjadi riuh karena masyarakat saling berebut untuk mendapatkan kue tradisional yang menjadi simbol keberkahan tersebut.

Puncak tradisi Yaa Qowiyyu tahun ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga merupakan keturunan trah Ki Ageng Gribig.

Turut hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta KGPH Hangabehi.

Sebanyak 6,5 ton apem yang dibagikan berasal dari sedekah masyarakat Jatinom dan sekitarnya. Seluruh apem telah dikemas dalam plastik sebelum dibagikan kepada ribuan pengunjung yang memadati lapangan.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo bersyukur tradisi Yaa Qowiyyu tetap berlangsung meriah dan terus dilestarikan masyarakat sebagai warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan religius.

“Kegiatan ini cukup luar biasa. Warga bisa menjaga tradisi turun-temurun dari leluhurnya. Tentunya kita dapat meneladani sosok Ki Ageng Gribig tersebut,” ujarnya.

Menurut Hamenang, tradisi tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat Klaten dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Kegiatan ini juga bagian saling berbagi satu dengan yang lainnya. Juga bentuk gotong royong masyarakat Jatinom dan sekitarnya,” katanya.

Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu digelar untuk mengenang jasa Ki Ageng Gribig dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Jatinom.

Sementara itu, Airlangga Hartarto mengatakan kehadirannya bukan hanya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Ki Ageng Gribig.

Menurutnya, tradisi Yaa Qowiyyu memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar agenda budaya tahunan.

“Tradisi Yaa Qowiyyu bukan sekadar agenda tahunan, tetapi simbol sedekah, persaudaraan, gotong royong, dan berbagi rezeki,” ujarnya.

Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu digelar untuk mengenang jasa Ki Ageng Gribig dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Jatinom.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut kini menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Klaten dan selalu menarik ribuan pengunjung setiap tahun.

Salah seorang warga, Rahayu, mengaku senang berhasil mendapatkan apem meski harus berdesakan dengan ribuan orang. Baginya, memperoleh apem dalam tradisi Yaa Qowiyyu menjadi simbol harapan akan keberkahan. (beritasatu*)