JAGABERITA – Sebanyak 1.130 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi dilepas untuk diterjunkan ke lokasi penempatan KKN masing-masing yang bertempat di Balairung kampus tersebut, Rabu (29/7/2026). Pelepasan ribuan mahasiswa KKN UPGRIS semester gasal tahun 2026/2027 ini dilakukan oleh Rektor UPGRIS beserta seluruh jajarannya wakil rektor dan dekan masing -masing fakultas.
Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo mengatakan, tema KKN pada semester gasal tahun 2026/2027 yaitu “UPGRIS Berdampak”, sehingga kampus bisa memberikan kontribusi nyata guna memecahkan permasalahan yang ada di lokasi KKN masing -masing meskipun kecil. “Baik, ikut melakukan edukasi tentang peduli stunting, memperkuat ketahanan pangan, dan penguasaan teknologi yang bisa membantu akses masyarakat. Serta peningkatan literasi digital, kewirausahaan yang juga merupakan program unggulan dari kampus dan tak kalah pentingnya turut mensosialisasikan anti narkoba,”ujarnya.
Selain itu, Rektor juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga keamanan dan keselamatan masing-masing saat berangkat dari kampus menuju lokasi KKN. “Tetap menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Serta disiplin mengikuti seluruh rangakaian kegiatan di lokasi KKN, berdaptasi dengan masyarakat setempat dan melaksanakan program yang telah direncanakan dengan baik,”katanya.
Tak lupa, kata Rektor nantinya mahasiswa dapat memberikan contoh yang baik di lingkungan KKN, dan menjaga kesopanan ,tutur kata saat bermasyarakat, membantu masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. “Sesuai dengan karakter yang dimiliki UPGRIS, yaitu penuh antusias dan semangat untuk melaksanakan program KKN dengan baik,”pungkasnya.
Sebagai informasi, total mahasiswa KKN yang dilepas adalah sebanyak 1.130 mahasiswa terdiri dari 7 fakultas. Mereka disebar di 66 lokasi/desa/kelurahan di enam kecamatan dan empat kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Kendal, Demak dan Grobogan. Periode program KKN dimulai sejak 29 Juli sampai 2 September 2026 mendatang.
Selama dua bulan melaksanakan program KkN tersebut, nantinya mahasiswa mendapatkan konversi total 10 SKS, dengan rincian 4 SKS KKN, 2 SKS kepemimpinan inksklusif dan inovatif, 2 SKS Literasi Digital dan 2 SKS Pengembangan Talenta.
Sebelum diterjunkan ke masyarakat, para mahasiswa telah mendapatkan pembekalan dari kampus yang mengundang sejumlah narasumber yang kompeten diantaranya terkait mahasiswa anti narkotika, literasi digital dan pemberdayaan masyarakat dan keterampilan lainnya. (yuli)












