BeritaDaerahPendidikanPeristiwa

Bangunan SDN Tanggirejo Roboh Dimakan Usia, Pemprov Jateng Janjikan Revitalisasi

7
×

Bangunan SDN Tanggirejo Roboh Dimakan Usia, Pemprov Jateng Janjikan Revitalisasi

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jawa Tengah berjanji akan melakukan revitalisasi SDN Tanggirejo yang hancur.
Pemprov Jawa Tengah berjanji akan melakukan revitalisasi SDN Tanggirejo yang hancur.

JAGABERITA.ID – Dunia pendidikan prihatin dengan kondisi fasilitas yang kurang aman untuk belajar siswa seperti yang terjadi pada atap ruang kelas SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, roboh akibat diduga dimakan seusia dan serangan rayap. Menyusul insiden tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyalurkan bantuan darurat sekaligus mengawal usulan revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, turun langsung meninjau kondisi bangunan sekolah yang rusak. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, meski aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.

“Kami melaksanakan tugas dari Bapak Gubernur untuk meninjau kondisi SD Tanggirejo yang roboh karena dimakan usia dan rayap. Setelah kami lihat, sekolah ini memang perlu ada perbaikan mendasar dan revitalisasi,”ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, ambruknya atap ruang kelas diduga disebabkan usia bangunan yang sudah tua serta kerusakan struktur kayu akibat serangan rayap.

Meski pengelolaan sekolah dasar menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Grobogan, Sadimin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap memberikan dukungan agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

Sebagai langkah awal, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan bantuan dana darurat sekitar Rp 50 juta untuk memperbaiki bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan program revitalisasi menyeluruh terhadap empat hingga lima ruang kelas yang rusak melalui Kementerian Pendidikan.

Sadimin mengatakan pihaknya terus mengawal proses pengajuan tersebut agar pencairan anggaran dapat dilakukan secepatnya.

menyeluruh terhadap empat hingga lima ruang kelas yang rusak melalui Kementerian Pendidikan.

Sadimin mengatakan pihaknya terus mengawal proses pengajuan tersebut
agar pencairan anggaran dapat dilakukan secepatnya.

“Insyaallah minggu depan direncanakan untuk penandatanganan kerja sama (PKS). Jika sesuai rencana, maka kemungkinan Agustus anggaran dari pusat sudah bisa cair dan pembangunan dapat segera dimulai,” jelasnya.

Sadimin berharap, sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dapat mempercepat pembangunan sehingga siswa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.

Ia juga meminta seluruh pemerintah daerah lebih proaktif mendata sekolah-sekolah yang bangunannya sudah tidak layak agar dapat segera diajukan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi.

“Jangan sampai tunggu roboh baru dibangun. Sebelum roboh, kalau bisa sudah direhabilitasi. Maka dari itu, sekolah-sekolah yang kondisinya membahayakan harus segera didata dan diajukan ke pusat untuk mendapat bantuan revitalisasi,” tegasnya.

Akibat rubuhnya atap ruang kelas, kegiatan belajar mengajar di SDN Tanggirejo sementara dipindahkan ke sejumlah ruangan yang dinilai aman, seperti perpustakaan, musala, serta ruang guru yang disekat sementara.

Meski harus belajar dalam kondisi terbatas dan berdesakan, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar dengan antusias. Pihak sekolah bersama orang tua murid berharap proses revitalisasi dapat segera terealisasi agar kegiatan belajar kembali normal. (beritasatu*)