JAGABERITA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan masyarakat nantinya cukup membayar satu kali untuk berpindah moda transportasi umum, mulai dari MRT, LRT Jakarta, hingga Transjakarta. Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membahas dua skema pembayaran transportasi umum, yakni tiket per rute dan tiket terintegrasi antarmoda. Menurut dia, sistem tiket terintegrasi akan dipilih agar perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan praktis.
Yang terintegrasi pasti ada. Dan Dinas Perhubungan akan menyiapkan untuk itu sehingga dengan demikian masyarakat bisa menggunakan itu,” kata Pramono saat meninjau progres pembangunan LRT Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Dengan skema itu, penumpang yang berpindah dari MRT ke LRT maupun moda transportasi lain tidak perlu lagi membeli tiket secara terpisah. Pramono mencontohkan, ketika jalur LRT Jakarta telah tersambung hingga Dukuh Atas, warga dari kawasan selatan seperti Pondok Labu dapat menuju Kelapa Gading dengan berganti moda dari MRT ke LRT dalam waktu kurang dari satu jam.
“Kalau ini selesai, teman-teman yang dari Pondok Labu ingin makan di Kelapa Gading, waktunya di bawah satu jam. Karena dari Pondok Labu naik MRT kemudian ganti naik LRT, kurang lebih satu jam,” ujarnya.
Saat ini, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai sekitar 95 persen. Pramono berharap jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun tersebut dapat diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026.
Menurut dia, kehadiran jalur baru itu akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan transportasi Jakarta karena menghubungkan kawasan utara dengan pusat kota yang selama ini kerap dilanda kemacetan.
Pramono juga memastikan proyek LRT tidak akan berhenti di Manggarai. Pemprov DKI telah memutuskan untuk melanjutkan pembangunan jalur Manggarai-Dukuh Atas sepanjang sekitar 2,1 kilometer dengan anggaran sekitar Rp 2,7 triliun. Ia mengatakan, pembangunan segmen tersebut relatif lebih mudah karena tidak memerlukan pembebasan lahan.
Selain memperluas jaringan, Pemprov DKI juga mulai menyiapkan skema pembiayaan non-APBD melalui creative financing. Pramono mengatakan, pemerintah akan membuka peluang pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) serta kerja sama naming rights di 11 stasiun LRT untuk meningkatkan pendapatan.
Sementara itu, mengenai tarif LRT setelah jalur baru beroperasi, Pramono mengatakan besarannya masih akan dihitung dan diputuskan kemudian. Namun, ia memastikan tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. “Berapa pun tarifnya nanti akan diputuskan. Tapi intinya tiketnya tentunya tetap harus terjangkau oleh masyarakat,” kata dia.
Ke depan, Pemprov DKI juga berencana mengembangkan dua rute baru LRT Jakarta setelah proyek Manggarai-Dukuh Atas selesai, yakni menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan Stasiun Whoosh Halim.
enurut Pramono, kedua jalur tersebut akan semakin memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta. (Kompas*)












