JAGABERITA.ID – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap sejumlah wilayah Iran, Selasa (14/7/2026) pagi. Serangan dilakukan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap Iran di Selat Hormuz.
Washington juga berencana meminta biaya perlindungan dari kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan strategis tersebut. Sebagai balasan, Iran menyerang Bahrain serta dua kapal tanker yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA). Serangan itu menewaskan seorang pelaut berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya, terdiri dari enam warga India dan dua warga Ukraina.
Kementerian Pertahanan UEA menyebut dua rudal jelajah Iran menghantam kapal tanker Mombasa dan Al Bahiyah. Kedua kapal sempat terbakar sebelum api berhasil dipadamkan.
Garda Revolusi Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut mereka, kedua kapal telah mengabaikan sejumlah peringatan sebelum melintasi wilayah yang disebut sebagai ladang ranjau. “Mereka memilih untuk melewati ladang ranjau dan kemudian menjadi sasaran dan dinonaktifkan,” kata Garda Revolusi Iran.
UEA mengecam serangan tersebut dan membuka kemungkinan melakukan aksi balasan terhadap Iran. “UEA berhak sepenuhnya untuk menanggapi eskalasi ini dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya, warga negaranya, dan penduduknya,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA.
Sementara itu, sirene peringatan rudal berbunyi dua kali di Bahrain. Warga diminta berlindung, meski belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan.
“Serangan ini akan terus menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Iran dan menurunkan kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan pengiriman komersial di Selat Hormuz,” kata militer AS. Trump menyebut operasi tersebut sebagai serangan besar dan menegaskan Washington akan terus memberikan tekanan terhadap Teheran. “Kami menyerang mereka dengan sangat keras. Dan itu akan berlanjut, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” ujar Trump di Ruang Oval.
“Kita melumpuhkan semua kemampuan ofensif mereka dan kita mengendalikan selat tersebut. Kita memberlakukan kembali blokade,” lanjutnya. (kompas*)












