BeritaDaerahEkonomiGaya Hidup

Fokus Garap Kunjungan Desa Wisata, Asita Bali Perkuat Diversifikasi Produk

11
×

Fokus Garap Kunjungan Desa Wisata, Asita Bali Perkuat Diversifikasi Produk

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali fokus menawarkan desa wisata kepada wisatawan potensial untuk memperkuat diversifikasi produk pariwisata agar lebih berkualitas khususnya dari segi lama tinggal dan belanja wisatawan.

Ketua Asita Bali I Putu Winastra menjelaskan, jika kunjungan ke desa tinggui otomatis akan berdampak kuatnya ekonomi masyarakat sekitar. Menurut dia masing-masing desa wisata memiliki keunikan tersendiri sehingga memberikan nilai tambah dan pengalaman kepada wisatawan.

“Jadi fokus utama dalam strategi diversifikasi produk adalah optimalisasi belanja wisatawan dan tidak hanya sekedar berkunjung,”bebernya.

Beberapa fokus yang diterapkan karena menjadi tren dalam industri pariwisata yaitu kebugaran dan gastronomi atau wisata kuliner yang menghadirkan pengalaman kepada wisatawan.

Kemudian wisata regeneratif atau pariwisata yang ikut berkontribusi dan memberi dampak positif terhadap lingkungan dan pariwisata ramah lingkungan, berbasis komunitas hingga wisata pengalaman mewah.

“Kami masukkan desa wisata ke rantai pasok global,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui menghadirkan pariwisata berkualitas di Bali agar lebih merata di wilayah utara, barat dan timur masih menemui sejumlah tantangan.

Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali jumlah desa wisata di Bali mencapai 238 desa wisata.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat hingga 2025 jumlah pondok wisata atau homestay di Bali mencapai 5.594 unit.

Di sisi lain dalam kesempatan berbeda, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat belanja atau pengeluaran wisatawan asing di Bali pada 2025 diperkirakan sebesar Rp 2,11 juta per malam atau meningkat Rp 60 ribu dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 2,05 juta. (ant*)