BeritaDaerahEkonomiPeristiwa

Resmi Dibuka Umum, Jembatan Kaca Bromo Dibangun Sepanjang 130 Meter

20
×

Resmi Dibuka Umum, Jembatan Kaca Bromo Dibangun Sepanjang 130 Meter

Sebarkan artikel ini
Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR melakukan inspeksi tahap akhir jembatan kaca di Bromo.
Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR melakukan inspeksi tahap akhir jembatan kaca di Bromo.

JAGABERITA.ID – Jembatan Kaca Bromo di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, resmi memasuki tahap pre-launching pada Sabtu (27/6/2026), sebagai penanda dimulainya operasional objek wisata baru tersebut.

Head of Sales and Marketing Manager The Lawu Group, Dhani Wulandari menjelaskan, jembatan Kaca Bromo memiliki panjang 130 meter dengan lebar 1,8 meter dengan ketinggian 83 meter. Dari jembatan tersebut, pengunjung bisa melihat Gunung Bromo, Semeru, dan Batok sekaligus dalam satu frame,

“Menariknya, jembatan kaca ini menghubungkan Seruni Point dengan shuttle area dan diproyeksikan menjadi jujugan wisata baru,” katanya, Jumat (26/6/2026).

Mampu bertahan selama 50 tahun

Jembatan Kaca Bromo digadang-gadang memiliki umur layanan 50 tahun, jauh lebih panjang dari jembatan gantung biasa yang hanya 20 tahun. PPK Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR, Agung Wahyudi ketika melakukan inspeksi akhir pada Kamis (25/6/2026) menjelaskan, ketahanan jembatan kaca selama 50 tahun didapat lolos uji beban ekstrem di laboratorium.

“Lapisan kaca bawah baru pecah setelah beban 6.290 kilogram atau 6,2 ton. Kaca atas pecah di beban 3.980 kilogram,” tutur Agung.

Jembatan kaca ini juga telah lolos simulasi beban harian dengan dinaiki delapan orang dewasa bersamaan dan uji bantalan karet. Hasilnya nihil retak.

Secara teknis, spesifikasi Jembatan Kaca Bromo menggunakan laminated glass, 12 mm tempered glass dan 1,52 mm interlayer Sentry Glass Plus + 12 mm tempered glass. Total tebal 25,52 mm per panel 1,8 meter x 1,5 meter seberat 180 kilogram. Namun demikian, Agung menekankan bahwa Jembatan Kaca Bromo tetap memerlukan perawatan berkala tetap wajib dilakukan.

“Kalau tidak segera diperbaiki saat rusak, bisa jadi titik kritis yang mengganggu keamanan,” ujar dia.

Perawatan harian jembatan ini akan ditangani oleh tim internal The Lawu Group, dibantu dengan dua personel BGTS yang turut membangun sejak September 2021. (kompas*)